Polda NTT Bantu Renovasi Sekolah, Anak Pulau Kukusan Kembali Menata Mimpi
- 01 Sep 2026 22:46 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Senyum siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Hidayah Pulau Kukusan, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tampak berbeda. Mereka kini bisa belajar di ruang kelas yang lebih layak setelah madrasah tersebut mendapat bantuan renovasi dan fasilitas pendidikan dari Kapolda NTT bersama Ditpolairud Polda NTT.
Sebelum direnovasi, kondisi bangunan madrasah cukup memprihatinkan. Dari empat ruangan yang ada, hanya dua ruang yang dapat digunakan. Sebagian siswa bahkan harus belajar di lantai maupun di bawah pohon karena keterbatasan ruang dan kondisi bangunan yang nyaris roboh.
Kepala MIS Al-Hidayah Kukusan, Husein, mengatakan kondisi tersebut berlangsung cukup lama. Madrasah yang berdiri sejak 2001 itu sebelumnya memiliki bangunan yang tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Bangunannya sudah hampir rubuh. Awalnya anak-anak belajar di lantai, di dua ruang kelas. Kemudian sebagian kelas yang lain belajar di bawah pohon,” ujar Husein, Selasa 1 September 2026.
Perubahan mulai dirasakan pada Juni 2026. Kapolda NTT melalui Ditpolairud Polda NTT membantu renovasi dua ruang kelas sekaligus menyediakan sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran. Bantuan fasilitas pendidikan tersebut meliputi 50 kursi belajar, 50 meja belajar, dua meja guru, dua kursi guru, serta 50 paket tas sekolah dan alat tulis kantor (ATK). Sementara untuk renovasi bangunan, bantuan material berupa seng, kalsiboard, cat seng dan dinding, kayu atau balok, semen, kawat trali, serta paku. Proses renovasi juga melibatkan masyarakat Pulau Kukusan. Pada 22 Juni 2026, sebanyak 17 personel Marnit Labuan Bajo bersama lima personel KP Bima-7014 Baharkam Polri mengirimkan material bangunan dari Pelabuhan Marina menuju Pulau Kukusan menggunakan KP XXII-2006 milik Ditpolairud Polda NTT dan kapal masyarakat setempat.
Selanjutnya, pada 23 hingga 29 Juni 2026, personel Marnit Labuan Bajo bersama masyarakat Pulau Kukusan bergotong royong mengerjakan renovasi. Pekerjaan meliputi pengecatan seng dan dinding, perbaikan tembok kelas, penggantian balok yang lapuk, pemasangan dinding kalsiboard dan kawat trali, pemasangan pintu serta papan nama sekolah, hingga penyediaan papan tulis dan pendirian tiang bendera Merah Putih.
Kepala MIS Al-Hidayah Kukusan, Husein, mengatakan proses renovasi tersebut dilakukan secara gotong royong oleh personel Ditpolairud Polda NTT, KP Bima-7014 Baharkam Polri, dan masyarakat Pulau Kukusan. Kini, empat ruangan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, meski salah satunya masih berukuran cukup kecil.
MIS Al-Hidayah Kukusan memiliki 46 siswa dari kelas I hingga kelas VI yang dibimbing empat orang tenaga pengajar. Seluruh guru, termasuk kepala sekolah, masih berstatus honorer dan mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pembiayaan.
Bagi para siswa, perubahan kondisi sekolah tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri. Zaskia Julita, siswi kelas V yang tinggal di Pulau Kukusan, mengaku kini dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih nyaman.
“Saya sangat senang karena sekolah kami tidak lagi seperti dulu. Kami bisa belajar dengan nyaman, tidak lagi duduk di lantai, atap sekolah tidak lagi bocor, dan kami tidak lagi kekurangan bangku,” kata Zaskia.
Peresmian madrasah dilakukan langsung Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko saat mengunjungi Pulau Kukusan, Selasa 1 September 2026. Selain meresmikan hasil renovasi sekolah, Polda NTT juga menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa serta berencana memberikan pelayanan kesehatan bagi warga di pulau tersebut dan trauma healing bersama Psikolog Kepolisian dari Polda Jawa Tengah dan Polwan Polres Manggarai Barat.
Irjen Pol. Rudi mengatakan pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam pemulihan masyarakat pascagempa. Ia berharap anak-anak di Pulau Kukusan dapat kembali belajar dengan nyaman dan tidak terus dibayangi trauma akibat bencana.
“Pascagempa ini mereka tidak lagi trauma, tidak lagi takut menghadapi gempa. Tapi mereka bisa segera kembali hidup normal, sehingga mereka bisa segera bersekolah,” ujarnya kepada media.
Menurutnya, anak-anak di Pulau Kukusan memiliki potensi yang sama dengan anak-anak di daerah lain apabila mendapatkan pendidikan yang layak. Ia juga mengaku terharu setelah melihat cita-cita yang dituliskan anak-anak di sekolah tersebut, yang sebagian di antaranya ingin menjadi polisi dengan alasan ingin menolong dan membantu orang lain.
Selain itu, dirinya memastikan Polda NTT akan berupaya membantu kebutuhan madrasah secara bertahap, termasuk perbaikan bagian atap sekolah yang masih mengalami kerusakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....