ISPA dan Hipertensi Dominasi Kasus Kesehatan Pascagempa di Manggarai Barat

  • 01 Sep 2026 08:24 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan hipertensi menjadi dua kasus kesehatan yang paling banyak ditangani tenaga medis di wilayah terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Theresia Primadona Asmon, mengatakan kondisi tersebut diketahui berdasarkan pemantauan pelayanan kesehatan yang dilakukan selama beberapa pekan terakhir hingga saat ini.

“Untuk penyakit kasus tertinggi adalah ISPA, terus diikuti kedua adalah hipertensi,” ujar Theresia, Senin 31 Agustus 2026.

Pelayanan kesehatan tersebut dilakukan melalui puskesmas maupun layanan mobile clinic yang menyasar desa dan kampung terdampak gempa. Tim kesehatan bergerak langsung ke masyarakat untuk memastikan warga tetap mendapatkan pelayanan meskipun sejumlah fasilitas kesehatan belum dapat digunakan secara penuh.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Manggarai Barat berkolaborasi dengan relawan dari Rumah Sakit Kariadi dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Manggarai Barat. Sejumlah dokter spesialis, dokter umum, serta tenaga kesehatan lainnya turut diterjunkan untuk memberikan pelayanan di wilayah terdampak.

Theresia mengatakan dukungan dari Kementerian Kesehatan dan berbagai pemangku kepentingan turut memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat pascagempa.

“Kami sangat senang support dari Kemenkes juga stakeholder lainnya untuk layanan kesehatan itu semakin sangat tinggi, dan itu memberi kenyamanan bagi masyarakat yang kami layani,” katanya.

Di sisi lain, pelayanan kesehatan di RSUD Komodo telah kembali beraktivitas normal. Seluruh aktivitas pelayanan di rumah sakit tersebut telah dilakukan kembali di dalam gedung sejak Minggu 30 Agustus 2026.

Sementara itu, 13 puskesmas di Manggarai Barat masih menjalankan sebagian pelayanan di luar gedung karena kondisi bangunan yang belum dapat digunakan secara penuh. Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan BPBD untuk mengoptimalkan penggunaan tenda sebagai lokasi pelayanan sementara.

Lebih lanjut, Theresia mengimbau masyarakat terdampak yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan agar segera menyampaikan informasi kepada Dinas Kesehatan maupun fasilitas kesehatan terdekat. Pemerintah memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama proses pemulihan pascagempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....