PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Dukung Percepatan Swasembada Energi
- 26 Agt 2026 17:59 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Bali – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus melakukan groundbreaking sejumlah proyek PLTS di Gilimanuk, Bali, Selasa 25 Agustus 2026.
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus mendukung terwujudnya swasembada dan kedaulatan energi nasional.
Pada tahap awal, program ini mencakup 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satunya PLTS Gilimanuk yang menjadi lokasi peluncuran program nasional tersebut.
Presiden Prabowo Subianto menyebut pengembangan energi surya merupakan langkah penting untuk mempercepat kemandirian energi Indonesia. Pemanfaatan sumber energi terbarukan, menurutnya, perlu dilakukan secara masif agar kebutuhan energi nasional semakin banyak dipenuhi dari sumber daya domestik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. Dengan Program PLTS 100 GW, kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri," ujar Prabowo.
Selain PLTS Gilimanuk, sejumlah proyek lainnya juga masuk dalam tahap awal program. Di Bangka Belitung, PLTS Pulau Rengit telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Program PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mencari terobosan dalam mempercepat kedaulatan energi nasional.
Pengembangan PLTS akan dilakukan dengan memanfaatkan potensi energi surya di berbagai wilayah Indonesia melalui sejumlah skenario, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga PLTS untuk kawasan industri dan kegiatan produktif.
"Hari ini kita mengambil satu langkah besar untuk mewujudkan apa yang selalu Bapak Presiden arahkan kepada kami, yaitu swasembada dan kedaulatan energi nasional. Indonesia adalah negara yang diberikan Tuhan sumber daya yang luar biasa. Sumber daya yang bukan hanya kita gali di bawah kaki kita, tapi juga di atas kepala kita," kata Bahlil.
Menurut Bahlil, Program PLTS 100 GWp akan dikembangkan melalui delapan skenario utama. Skenario tersebut meliputi eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp, PLTS skala besar melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sebesar 30,97 GWp, PLTS terapung 10,72 GWp, PLTS atap 9,35 GWp, PLTS 3T sebesar 0,50 GWp, PLTS off-grid untuk kegiatan produktif 4,36 GWp, PLTS nonatap untuk kawasan industri 7,49 GWp, serta demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, kompor induksi, dan kebutuhan lainnya sebesar 24,13 GWp.
Bahlil menyebut implementasi seluruh skenario tersebut berpotensi menurunkan emisi hingga 140 juta ton CO2 per tahun, dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun.
Dari sisi ekonomi, program ini diproyeksikan memberikan dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja. Pengembangan PLTS 100 GWp berpotensi menyerap sekitar 5,5 juta tenaga kerja, yang terdiri dari sekitar 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur.
Selain menciptakan lapangan kerja, proyek tersebut juga diproyeksikan mendorong penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah melalui sektor konstruksi, manufaktur, dan kegiatan produktif masyarakat.
"Total investasi dari proyek ini kurang lebih sekitar 71,3 miliar USD atau setara dengan Rp1.140 triliun. Dari total pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun mencapai Rp73,9 triliun," jelas Bahlil.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan kesiapan PLN mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp sebagai bagian dari agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada dan kedaulatan energi nasional.
PLN, kata Darmawan, akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memastikan kesiapan sistem kelistrikan, infrastruktur pendukung, serta integrasi pembangkit energi surya agar berjalan secara andal dan berkelanjutan.
"PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan," ujar Darmawan.
Darmawan mengapresiasi dukungan pemerintah, khususnya Presiden Prabowo dan Kementerian ESDM, dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan. Menurutnya, keberhasilan Program PLTS 100 GWp membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, PLN, pelaku usaha, industri, dan masyarakat.
"Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan Pemerintah kepada PLN. PLN siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program ini dapat terlaksana secara optimal," katanya.
Khusus di Bali, PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan lima klaster PLTS dengan total kapasitas mencapai 1.000 MWp yang didukung Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 3.300 MWh.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem energi bersih di Bali yang merupakan salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia.
"Dalam kolaborasi ini, kapasitas PLTS yang akan dikembangkan di wilayah Bali mencapai 1.000 MWp, di mana PLTS dengan total kapasitas 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk," ujar Darmawan.
Darmawan menambahkan, Program PLTS 100 GWp tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan dan memperkuat kemandirian energi nasional. Program tersebut juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
"Transformasi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi menjadi lebih bersih. Lebih dari itu, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. PLN siap menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemandirian dan swasembada energi," pungkas Darmawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....