Gubernur Jatim Serahkan Bantuan Rp720 Juta Bagi Korban Gemba di Manggarai

  • 24 Agt 2026 12:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Posko Pengungsian di Lapangan SDI Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Minggu 23 Agustus 2026 malam.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menyerahkan bantuan senilai Rp720.965.175 dalam bentuk barang untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak gempa. Bantuan yang dibawa mencapai sekitar 65,5 ton, meliputi bahan pangan serta kebutuhan perempuan, bayi, dan balita.

Khofifah juga meninjau posko pengungsian, menyapa warga dan anak-anak, serta mengunjungi posko pelayanan kesehatan. Ia mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan masyarakat Jawa Timur terhadap warga NTT yang terdampak bencana.

Bantuan disalurkan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, termasuk bagi mahasiswa asal NTT yang keluarganya terdampak gempa.

“Ketika yang satu mengalami ujian dan musibah, kami kemudian bersiap. Tentu sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” kata Khofifah.

Sejak 16 Agustus 2026, Pemprov Jawa Timur telah mengirim tim evakuasi ke wilayah terdampak. Sehari kemudian, tim medis RSUD Dr. Soetomo Surabaya juga diterjunkan untuk membantu pelayanan kesehatan di RSUD Ben Mboi Ruteng.

“Pada 16 Agustus sebetulnya kami sudah mengirim tim evakuasi ke sini. Kemudian 17 Agustus dini hari kami sudah mengirim logistik permakanan. Pagi harinya tim dokter dari Rumah Sakit Dr. Soetomo, sebanyak tujuh orang, datang ke sini,” jelasnya.

Dukungan juga diperkuat melalui tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang memberikan konseling dan trauma healing bagi anak-anak, orang dewasa, dan lansia.

“Tim LDP ini adalah tim trauma healing. Proses untuk penguatan semangat anak-anak, bapak, ibu, dan lansia membutuhkan waktu,” ujarnya.

Khofifah menyebut tambahan beras akan kembali dikirim pada Selasa 25 Agustus untuk memperluas jangkauan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

Pemprov Jawa Timur juga membuka dukungan bagi mahasiswa asal Manggarai yang sedang menempuh pendidikan di Jawa Timur dan keluarganya terdampak gempa.

“Kami siap memberikan support. Ini juga yang kami lakukan pada saat Covid dan ketika terjadi bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” katanya.

Khofifah menilai semangat gotong royong dan persaudaraan antardaerah penting untuk terus diperkuat dalam menghadapi bencana.

Sementara itu, Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas bantuan dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa.

Menurutnya, bantuan Jawa Timur tidak hanya berupa logistik, tetapi juga dukungan tenaga medis dan dokter dari Surabaya yang membantu pelayanan kesehatan, termasuk penanganan operasi tulang.

“Beberapa hari yang lalu paramedis dari Surabaya sudah masuk, para dokter datang untuk membantu operasi tulang. Karena itu kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur dan seluruh rombongan,” katanya.

Fabianus meminta bantuan yang diterima didistribusikan secara adil dan merata. Pengelolaan bantuan dipercayakan kepada kepala desa dan camat agar penyalurannya tertib serta tidak menimbulkan kecemburuan di tengah masyarakat.

“Kita percayakan kepada kepala desa dan bapak camat untuk membagikannya seadil-adilnya. Jangan sampai menimbulkan gejolak karena barang-barang ini,” ujarnya.

Kepala Desa Ranaka menyebut sekitar 1.200 warga mengungsi di sekitar posko maupun di rumah keluarga. Sebanyak 51 rumah dilaporkan rusak berat, namun data tersebut masih dalam proses verifikasi.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, pemerintah desa telah menyalurkan 2 ton beras, 1,5 ton gula, 8.000 butir telur, 2.000 botol minyak goreng, dan mi instan. Desa Ranaka juga mendapat dukungan layanan kesehatan 24 jam serta tim medis.

Kebutuhan paling mendesak saat ini berupa sekitar 500 tenda untuk menampung warga terdampak. Dapur umum desa juga masih beroperasi dan menyediakan makanan bagi sekitar 2.050 orang.

Salah seorang warga, Ardianus Jandu, mengatakan bantuan yang disalurkan sejauh ini sudah diterima secara merata. Ia berharap kondisi pascagempa segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....