Kapolres Mabar Utus Terapis Pribadi Bantu Korban Gempa Penderita Stroke

  • 24 Agt 2026 08:37 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi dengan mendatangkan terapis pribadi untuk membantu penyintas yang menderita stroke di Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 22 Agustus 2026.

Tindakan tersebut dilakukan saat AKBP Christian meninjau langsung kondisi warga terdampak gempa di pemukiman Translok Blok D. Selain menyerahkan bantuan logistik dan bahan bangunan, Kapolres juga memperhatikan kondisi kesehatan warga yang masih bertahan di tenda pengungsian mandiri.

Rombongan Polres Manggarai Barat pertama kali mendatangi kediaman Bernadus Jaman (63) dan Marta Reni (52) sekitar pukul 14.25 WITA. Rumah tembok milik keluarga tersebut mengalami kerusakan berat pada bagian belakang dan samping sehingga lima anggota keluarga memilih mengungsi di tenda yang didirikan di halaman rumah.

Bernadus diketahui tengah mengalami stroke ringan. Pada kesempatan tersebut, Polres Manggarai Barat menyerahkan tujuh sak semen, dua paket sembako dari Kapolda NTT, serta satu lembar selimut.

Sekitar lima menit kemudian, rombongan mendatangi tenda milik Rofina Fatimah (53). Rofina yang telah menderita stroke selama hampir tujuh tahun terpaksa mengungsi setelah dinding rumahnya mengalami retak parah dan dinilai rawan ambruk.

Melihat kondisi Rofina yang mengalami keterbatasan mobilitas dan mengaku belum mendapatkan pemeriksaan medis selama lima hari mengungsi, AKBP Christian kemudian menghubungi terapis pribadinya, Haji Zaeb.

Terapis tersebut selanjutnya diantar ajudan Kapolres menuju tenda pengungsian untuk memberikan penanganan kepada Bernadus dan Rofina. AKBP Christian mengatakan kehadiran Polri di tengah masyarakat terdampak bencana tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materiil, tetapi juga perhatian terhadap kebutuhan kesehatan warga.

“Kami ingin memastikan kehadiran Polri tidak sekadar membawa bantuan materiil, tetapi juga menyentuh kebutuhan kesehatan mendasar warga yang sedang menderita sakit di tenda darurat,” ujar AKBP Christian.

Selain layanan terapi, Polres Manggarai Barat kembali menyerahkan bantuan kepada keluarga Rofina berupa empat sak semen, satu paket sembako dari Kapolda NTT, dan satu selimut tidur.

Bernadus mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Kapolres Manggarai Barat. Ia menyebut bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya yang masih bertahan di tenda pengungsian.

“Terima kasih banyak Bapak Kapolres Mabar yang sudah begitu peduli. Tidak hanya memberi kami bantuan makanan dan semen, tapi juga mengirimkan terapis langsung ke tenda kami. Ini sungguh sangat membantu,” ungkap Bernadus.

Hal senada disampaikan Rofina. Ia mengaku terharu karena mendapat perhatian dan bantuan di tengah keterbatasannya selama berada di tenda pengungsian.

“Saya sudah lima hari di tenda dan sulit bergerak. Terima kasih Pak Kapolres sudah ingat kami dan kirim Pak Haji untuk obati saya,” tutur Rofina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....