Tim ERT Agincourt Resources Salurkan Logistik dan Layanan Medis Korban Gempa NTT
- 23 Agt 2026 10:59 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – PT Agincourt Resources melalui Tim Emergency Response Team (ERT) turut menyalurkan bantuan logistik dan memberikan layanan medis kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
ERT Senior Supervisor, Misnan Arya Winata, mengatakan bantuan disalurkan berdasarkan hasil asesmen di sejumlah lokasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
“Kalau kita bagi logistik tetap dipanggil kepala desanya. Kita bongkar di posko, nanti perwakilan-perwakilan desa kita undang ke posko. Di posko itu dipacking dan didata oleh mereka, baru dipanggil satu-satu,” ujar Misnan Sabtu, 22 Agustus malam.
Dirinya juga menyampaikan, bantuan yang telah diturunkan di antaranya berasal dari PT AR, SIMS, dan Kideco. Sementara sejumlah tim lainnya menyalurkan bantuan secara langsung ke titik-titik terdampak sesuai dengan program masing-masing.
Menurut Misnan, kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah tidak hanya berupa beras. Warga lebih membutuhkan lauk-pauk, makanan siap konsumsi, serta kebutuhan anak-anak seperti susu dan perlengkapan lainnya.
“Kalau beras mungkin tidak terlalu membutuhkan karena di sini sawahnya banyak. Yang dibutuhkan itu lauknya, seperti Indomie, kemudian kebutuhan anak-anak. Untuk anak-anak kita belikan susu,” katanya.
Selain bantuan logistik, Tim ERT Agincourt Resources juga memberikan pelayanan medis dan menyediakan hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan tidak layak dihuni. Berdasarkan hasil asesmen, tim menentukan kebutuhan masing-masing lokasi dan membagi personel sesuai kondisi di lapangan.
“Kalau paramedis, kalau butuh bantuan kesehatan, kita berangkat ke sana untuk memberikan pelayanan medis. Kalau rumahnya tidak bisa dihuni, dari tim kita bikin tenda untuk hunian sementara masyarakat,” jelasnya.
Namun, penyaluran bantuan masih menghadapi kendala akses dan ketersediaan logistik. Misnan mengatakan sejumlah toko di Kecamatan Reok. Manggarai masih tutup sehingga tim harus memenuhi kebutuhan logistik dari Ruteng. Perjalanan dari Reo menuju Ruteng memerlukan waktu sekitar dua jam dengan kondisi jalan berkelok dan sejumlah titik yang berpotensi mengalami longsor akibat gempa susulan.
“Untuk logistik ini kadang yang susah karena di Reo toko-toko pada tutup semua. Jadi dari Reo ke Ruteng butuh perjalanan sekitar dua jam. Jalannya susah dan gempa susulan masih sering terjadi, sehingga potensi longsor di beberapa titik tetap ada,” ujarnya.
Misnan menambahkan, Tim ERT Agincourt Resources saat ini memiliki beberapa posko untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak. Salah satunya berada di Desa Salama, Kecamatan Reok. Di lokasi tersebut, tim mendirikan tenda di lapangan terbuka dengan izin pemerintah desa.
Sementara itu, tim lain juga masih melakukan asesmen ke sejumlah desa yang belum terjangkau. Berdasarkan informasi dari tim AHMC, terdapat 17 desa yang menjadi sasaran, namun hingga kini baru sembilan desa yang telah dijangkau. Delapan desa lainnya masih menjadi bagian dari program penjangkauan berikutnya.
Tim ERT Agincourt Resources memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan hasil asesmen di lapangan, sehingga bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak gempa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....