Jembatan Maki-Dampek Terancam Putus, Akses Trans Flores Berisiko
- 20 Agt 2026 11:39 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Jembatan penghubung Kampung Maki dengan Dampek di jalur Trans Flores, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terancam putus setelah mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bermagnitudo 7,7 pada Sabtu 15 Agustus 2026 di susul gempa susulan yang terakhir di rasakan pada Kamis 20 Agustus 2026 pagi bermagnitudo 5,6.
Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, mengatakan fondasi jembatan di bagian barat dan timur mengalami retak parah. Kondisi tersebut membuat fondasi terlihat terpisah dari tanah.
“Bagian timur jembatan mengalami keretakan dan lubangnya cukup besar. Di bagian kiri dan kanan jalan terlihat ada lubang atau rongga di bawah jalan,” kata Agustinus, Kamis 20 Agustus 2026 pagi, saat di konfirmasi usai adanya gempa susulan bermagnitudo 5,6 mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, pukul 06.45 WITA.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi semakin parah jika kembali terjadi gempa susulan. Bahkan, bagian timur jembatan dikhawatirkan putus apabila guncangan kembali terjadi.
Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kendaraan besar dan kendaraan bermuatan berat disarankan tidak melintas di jembatan tersebut. Sementara kendaraan kecil dan sepeda motor masih memungkinkan untuk melintas dengan tetap memperhatikan kondisi jembatan.
“Rongga yang kelihatan di bawah tanah, yang menghubungkan antara jembatan dan fondasi tanah aspal, itu kelihatan sekali. Kalau dipaksakan lewat, takutnya kendaraan akan jatuh dan terjerembab ke dalam lubang,” ujarnya.
Agustinus menyebut, jembatan tersebut merupakan akses strategis yang menghubungkan jalur Trans Flores dari Labuan Bajo hingga Maumere. Jika jembatan sampai putus dan tidak dapat dilalui, kondisi tersebut dinilai akan semakin menyulitkan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak gempa.
Jembatan tersebut berada di antara Desa Satar Kampas di sisi barat dan Desa Satar Padut di sisi timur.
Selain kerusakan infrastruktur, guncangan gempa juga membuat aktivitas petugas dan relawan di wilayah tersebut dihentikan sementara. Mereka memilih mencari tempat yang aman dan berpindah dari lokasi rendah menuju tempat yang lebih tinggi.
Agustinus mengatakan situasi sempat panik karena guncangan gempa yang terjadi pada pagi hari cukup kuat, dengan jarak waktu antara satu guncangan dan guncangan lainnya yang berdekatan.
Kondisi tersebut juga berdampak pada sejumlah agenda yang telah direncanakan. Kegiatan untuk sementara dihentikan dan akan dijadwalkan kembali, termasuk pelayanan kesehatan yang rencananya dilakukan dengan mendatangi desa-desa.
Sementara itu, tim kolaborasi yang sebelumnya disiapkan untuk mempersiapkan kunjungan Wakil Presiden juga menghentikan sementara aktivitasnya karena mempertimbangkan kondisi dan situasi pascagempa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....