Menkes Siapkan RS Lapangan Tangani Korban Gempa Perkuat Layanan Kesehatan

  • 19 Agt 2026 20:00 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyiapkan Rumah Sakit Lapangan Golo Dukal untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi korban gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Rumah sakit lapangan tersebut disiapkan sebagai fasilitas sementara untuk menangani pasien terdampak gempa dan menampung rujukan dari sejumlah Puskesmas.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan hal tersebut saat meninjau penanganan pasien korban gempa, kondisi bangunan Rumah Sakit Umum Ruteng, serta Rumah Sakit Lapangan Golo Dukal, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ia menegaskan keselamatan dan pelayanan pasien menjadi prioritas utama dalam penanganan pascagempa. Sementara perbaikan fasilitas kesehatan dapat dilakukan secara bertahap setelah kebutuhan pelayanan pasien terpenuhi.

“Prioritasnya yang penting adalah pasien terlayani dulu. Kalau fasilitas belakangan, karena fasilitas bisa menunggu. Tapi kalau nyawa, tidak bisa tunggu,” ujarnya.

Menkes meminta Rumah Sakit Lapangan Golo Dukal segera dioperasikan dan kapasitasnya ditingkatkan secara bertahap.

“Cepat dibangun. Kita harapkan besok sudah bisa beroperasi,” katanya.

Rumah sakit lapangan tersebut disiapkan dengan kapasitas awal sekitar 100 tempat tidur dan dapat ditingkatkan menjadi 100 hingga 120 tempat tidur sesuai kebutuhan.

Menurut Menkes, keberadaan rumah sakit lapangan penting untuk menampung pasien rujukan dari sejumlah Puskesmas. Lokasinya juga dinilai strategis karena berada di jalur yang mudah diakses masyarakat.

Untuk mendukung operasional rumah sakit lapangan, pemerintah akan menambah tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya, termasuk relawan.

“Kita drop relawan lagi, sekitar 20 sampai 40 orang,” kata Menkes Budi.

Selain relawan, tenaga kesehatan dari Puskesmas juga dapat diperbantukan untuk mendukung pelayanan di rumah sakit lapangan. Namun, pengaturan tenaga dilakukan secara bertahap agar pelayanan di Puskesmas tetap berjalan.

Menkes juga meminta seluruh Puskesmas, terutama di wilayah utara Kabupaten Manggarai, memperkuat pendataan dan pemeriksaan masyarakat terdampak. Tim kesehatan akan menyisir desa-desa untuk mengidentifikasi pasien korban gempa yang belum terdata.

Pasien akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan luka. Pasien dengan kondisi ringan dan sedang ditangani di Puskesmas, sedangkan pasien dengan kondisi berat dirujuk ke rumah sakit.

“Yang ringan dan sedang ditangani di Puskesmas. Yang berat dikirim ke rumah sakit, supaya rumah sakit konsentrasi pada pasien yang benar-benar berat dan penting,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menkes juga meninjau kondisi bangunan Rumah Sakit Umum Ruteng yang terdampak gempa. Menurutnya, bangunan tersebut sudah tidak memungkinkan untuk digunakan kembali sehingga membutuhkan pembangunan fasilitas baru.

“Yang ini saya sudah lihat, sudah tidak mungkin dipakai. Jadi harus dibangun dulu,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....