Ibu Empat Anak Bertahan di Pengungsian Kampung Damer, Butuh Air Bersih dan Makanan

  • 18 Agt 2026 07:43 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu 15 Agustus 2026 pagi, membuat sejumlah warga memilih mengungsi karena khawatir kembali ke rumah. Salah satunya Natalia Ail (44), ibu empat anak, yang bersama seluruh keluarganya mengungsi setelah gempa terjadi.

Natalia dan keluarganya merupakan warga Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Mereka kini menempati Posko Pengungsian Kampung Damer, Desa Satar Padut, bersama warga lainnya yang terdampak gempa.

Selama berada di pengungsian, Natalia mengatakan kebutuhan yang paling mendesak bagi warga adalah air bersih dan makanan. Kebutuhan tersebut diperlukan untuk memenuhi keperluan sehari-hari para pengungsi, terutama keluarga yang membawa anak-anak.

“Membutuhkan air bersih, makanan,” ujar Natalia saat ditemui di posko pengungsian, Senin 17 Agustus 2026.

Untuk pakaian, Natalia menyebut kebutuhan warga relatif aman. Sementara kebutuhan obat-obatan juga tersedia karena sebelumnya sempat ada tim medis yang datang memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi.

“Kemarin ada tim medis. Kasih obat-obatan, kasih pengobatan,” katanya.

Namun, tim medis tersebut tidak menetap di posko dan kembali setelah memberikan pelayanan. Karena itu, keberadaan layanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi warga, khususnya pengungsi yang mengalami sakit maupun kelompok rentan.

Natalia juga menyebut kebutuhan popok untuk lanjut usia masih diperlukan di lokasi pengungsian. Kebutuhan tersebut menjadi penting karena terdapat warga lansia yang mengalami keterbatasan akibat terdampak gempa.

Ia menceritakan, ibunya menjadi salah satu korban yang terdampak saat gempa terjadi. Sang ibu tertimpa batu pada bagian pinggang sehingga mengalami kesulitan berjalan.

“Mama tertindih dengan batu-batu. Di bagian pinggangnya kena tindihan batu pas gempa. Akhirnya Mama tidak bisa berjalan,” ungkap Natalia.

Natalia berharap bantuan berupa air bersih, makanan, serta kebutuhan dasar lainnya dapat terus disalurkan kepada warga yang masih bertahan di posko. Ia bersama keluarganya memilih tetap berada di pengungsian hingga kondisi dinilai cukup aman untuk kembali ke rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....