Basarnas Pantau Gempa Flores, Helikopter Siaga untuk Evakuasi Medis
- 16 Agt 2026 16:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Operasi pencarian dan pertolongan memasuki hari kedua setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur. Kantor SAR Maumere memperluas pencarian bersama potensi SAR ke Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo untuk menjangkau wilayah terdampak.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii tiba di Flores untuk memastikan operasi darurat berjalan cepat dan terukur. Kunjungan tersebut diarahkan pada evaluasi lapangan sekaligus memastikan kebutuhan personel, peralatan, dan evakuasi dapat segera dipenuhi di lokasi.
Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan rombongan dijadwalkan meninjau lokasi terdampak di Manggarai Timur pada hari kedua operasi. Peninjauan itu menjadi bagian pemantauan langsung terhadap kebutuhan tim, kondisi korban, serta perkembangan pencarian di lapangan secara keseluruhan.
"Basarnas menyiagakan helikopter di Bandara Komodo, Labuan Bajo, untuk mempercepat evakuasi medis udara jika kondisi membutuhkan penanganan segera. Dukungan udara tersebut disiapkan agar korban dengan kondisi kritis dapat segera dipindahkan menuju fasilitas kesehatan yang lebih memadai." ungkapnya.
Di Manggarai Timur, tim SAR gabungan menemukan nelayan yang tenggelam saat gempa terjadi pada Minggu 16 Agustus 2026 pagi di perairan. Korban ditemukan pukul 09.30 WITA di perairan Pantai Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, dalam kondisi meninggal dunia.
Pencarian darat di Manggarai dan Nagekeo tetap berjalan sesuai rencana operasi hari kedua dengan menyisir area terdampak secara bertahap. Tim menyisir hingga radius 6,3 kilometer, meliputi Kecamatan Reo serta sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Nagekeo setempat.
Wilayah sasaran di Nagekeo mencakup Kelurahan Mbay, Desa Tungurambang, Desa Nangadhero, dan Desa Marpokot yang masih dipantau tim. Petugas memeriksa titik-titik yang dinilai berisiko untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak atau membutuhkan pertolongan darurat segera.
Hasil penyisiran sementara belum menunjukkan tambahan korban meninggal dunia di wilayah Manggarai dan Nagekeo hingga Minggu siang ini. Meski demikian, tim SAR tetap melanjutkan pemantauan karena data lapangan dapat berubah mengikuti temuan selama operasi berlangsung setempat.
Berdasarkan verifikasi faktual hingga pukul 14.00 WITA, tercatat 51 orang meninggal dunia akibat gempa di wilayah terdampak Flores. Sebanyak 132 orang lainnya mengalami luka berat maupun ringan, sehingga total korban terdampak yang telah terdata mencapai 183 orang.
Angka korban masih bersifat dinamis karena pendataan terus disinkronkan bersama BPBD setempat dan seluruh unsur potensi SAR lainnya. Operasi pencarian dan pertolongan akan diteruskan dengan menyesuaikan perkembangan situasi serta hasil evaluasi tim di lapangan secara berkala.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....