Basarnas Fokus Pencarian di Manggarai dan Manggarai Timur Pascagempa

  • 16 Agt 2026 07:31 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere memfokuskan operasi pencarian dan pendataan dampak gempa bumi di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah sebelumnya menerjunkan tim ke Kabupaten Nagekeo.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan tim yang diterjunkan ke Nagekeo telah melakukan pendataan bersama pemerintah daerah. Dari hasil pendataan sementara, terdapat satu korban meninggal dunia serta sejumlah rumah mengalami kerusakan berat dan ringan.

“Dari jumlah korban memang satu orang korban yang ada saat ini terdata adalah satu orang korban yang mengalami meninggal dunia,” ujar Fathur kepada media di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu 15 Agustus 2026.

Ia mengatakan, akses dari Ende menuju Nagekeo saat ini sudah dapat dilalui. Namun, sejumlah titik masih terdampak longsor sehingga menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan dan pendataan di lapangan.

Memasuki hari kedua operasi, Basarnas akan mengarahkan perhatian ke wilayah Manggarai dan Manggarai Timur, khususnya Reo. Kapal Negara SAR Puntadewal direncanakan bersandar di Reo untuk mendukung proses pencarian dan memastikan kondisi di wilayah tersebut.

Fathur menjelaskan, wilayah tersebut menjadi perhatian karena berdasarkan laporan sementara terdapat korban meninggal dunia dalam jumlah cukup besar. “Dari jumlah korban yang ada, dari Manggarai Timur sebanyak 17 orang dan Manggarai terdapat 23 orang korban yang meninggal. Nah, itu akan kita fokuskan di daerah tersebut,” katanya.

Kendati demikian, dirinya menyampaikan hingga pukul 20.30 WITA belum terdapat laporan mengenai warga yang tertimbun maupun hilang. Data korban masih terus diperbarui bersama pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait.

Dalam proses evakuasi, tim SAR juga menghadapi kendala karena sempat terdapat dua korban yang tertimbun di wilayah Reo. Proses evakuasi menggunakan alat berat dan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan potensi gempa susulan.

“Kita akan sandar di situ dulu untuk meyakinkan di daerah tersebut sudah tidak ada korban jiwa lagi,” ujar Fathur.

Basarnas saat ini mengerahkan sekitar 281 personel yang berasal dari Basarnas maupun berbagai potensi SAR. Personel tersebut bergabung dengan posko-posko penanganan di masing-masing kabupaten terdampak. Basarnas juga masih melakukan pemantauan dan pendataan di sejumlah wilayah, termasuk Nagekeo dan Manggarai.

Lebih lanjut, Fathur menambahkan kebutuhan para pengungsi akan dikoordinasikan dan disampaikan oleh instansi terkait sesuai hasil pendataan di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....