Tokoh Agama Jepang dan Ende Perkuat Harmoni Lewat Dialog Internasional

  • 19 Jul 2026 09:08 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kabupaten Ende kembali menjadi ruang perjumpaan tokoh agama dunia melalui Dialog Internasional Lintas Agama yang digelar di Aula Ikhlas Beramal Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ende, Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan pemimpin agama dari Jepang bersama tokoh lintas agama di Ende untuk memperkuat komitmen menjaga kerukunan dan harmoni sosial.

Dialog diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Pemerintah Kabupaten Ende. Hadir dalam kegiatan tersebut Kardinal Jepang sekaligus Uskup Agung Tokyo, Mgr. Tarcisio Isao Kikuchi, Uskup Niigata Mgr. Paul Daisuke Narui, serta Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Nikolaus Nama Payon, mengatakan dialog ini menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan lintas agama dan lintas negara. Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun kerja sama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai.

"Kerukunan adalah modal utama dalam membangun kehidupan bersama. Melalui dialog seperti ini, kita semakin memperkuat semangat saling menghormati dan bekerja sama di tengah keberagaman," ujarnya.

Nikolaus menjelaskan, kehadiran para pemimpin agama dari Jepang menunjukkan bahwa nilai toleransi dan kerukunan merupakan isu bersama yang perlu terus diperkuat. Menurutnya, Ende memiliki pengalaman panjang dalam merawat kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman sehingga dapat menjadi inspirasi bagi penguatan persaudaraan di tingkat global.

Ia menambahkan, dialog lintas agama juga sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai fondasi penting dalam pembangunan bangsa. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat perlu terus dipelihara agar memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta berdiskusi mengenai pentingnya membangun saling pengertian, memperkuat rasa persaudaraan, serta mendorong kerja sama lintas agama dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan. Dialog berlangsung dalam suasana hangat dengan melibatkan berbagai unsur pemuka agama di Kabupaten Ende.

Melalui forum internasional tersebut, Kabupaten Ende kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang terus merawat nilai toleransi dan keberagaman. Diharapkan, hasil dialog tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi menjadi komitmen bersama untuk memperkuat kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghormati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....