Komdigi Siapkan Compute Cluster Dukung Industri AI Nasional

  • 08 Jul 2026 17:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan penguatan infrastruktur kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dengan membangun compute cluster nasional. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku utama dalam industri AI global.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan pembangunan compute cluster harus berjalan beriringan dengan penguatan talenta digital nasional. Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadapi persaingan teknologi berbasis AI yang terus berkembang.

"Paling tidak ada dua strategi yang sangat penting. Yang pertama memperkuat posisi kita dalam pengembangan infrastruktur AI. Yang kedua adalah memperkuat posisi kita di compute cluster, termasuk memperkuat talenta digital Indonesia agar mampu bersaing dengan tantangan global," ujar Nezar dalam Pertemuan dan Kolaborasi Menyatukan Inovasi, Mengakselerasi Perkembangan Ekosistem AI Nasional di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin 6 Juli 2026.

Nezar menjelaskan, kebutuhan terhadap compute cluster semakin mendesak karena teknologi AI modern membutuhkan kapasitas komputasi berskala besar. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan model AI, riset, inovasi, hingga lahirnya berbagai solusi berbasis kecerdasan artifisial yang dikembangkan di dalam negeri.

Ia menegaskan, penguatan kapasitas komputasi harus diiringi pembangunan ekosistem AI nasional yang melibatkan pemerintah, industri, perguruan tinggi, BUMN, komunitas, serta para inovator. Dengan demikian, Indonesia diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam rantai nilai industri AI dunia.

"Kita jangan hanya menjadi pengguna, tetapi bagaimana kita juga bisa menjadi significant player yang ikut menentukan arah adopsi teknologi AI di Indonesia," katanya.

Menurut Nezar, pengembangan AI telah menjadi salah satu prioritas dalam Visi Indonesia Digital 2045. Pemerintah menargetkan teknologi AI dapat berkembang secara inklusif, memperkuat ekosistem nasional, sekaligus mendukung terwujudnya kedaulatan digital Indonesia.

Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan industri AI, mulai dari ketersediaan mineral kritis, sumber energi yang mendukung pembangunan pusat data, hingga bonus demografi yang berpotensi menjadi talenta digital masa depan.

Di sisi lain, Nezar mengingatkan bahwa perkembangan AI kini juga menjadi bagian dari persaingan geopolitik global. Karena itu, Indonesia perlu membangun kekuatan nasional melalui kolaborasi lintas sektor agar mampu memanfaatkan peluang sekaligus menghadapi tantangan teknologi di masa depan.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita mewujudkannya dalam kerja sama yang kuat dan kolaborasi yang sinergis sehingga Indonesia dapat membangun ekosistem AI yang inklusif, berdaya, dan berdaulat," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....