Presiden Prabowo Apresiasi Sinergi Polri Jaga Stabilitas Nasional
- 01 Jul 2026 17:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Bogor – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa makna keamanan tidak hanya terbatas pada ketiadaan tindak kejahatan, melainkan harus mampu menghadirkan rasa aman yang memungkinkan seluruh masyarakat menjalankan aktivitas dan kehidupannya dengan tenang. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam amanatnya saat memimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026.
“Keamanan tidak hanya berarti tidak adanya kejahatan. Keamanan berarti rakyat leluasa bekerja, petani berani menanam, nelayan berani melaut, pengusaha berani investasi, guru tenang mengajar, anak-anak tenang belajar, dan masyarakat dapat beribadah dengan damai sesuai agama dan kepercayaan masing-masing dalam suasana yang rukun, dalam suasana penuh toleransi,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo pun menyampaikan rasa syukur atas terjaganya stabilitas keamanan nasional yang menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus melangkah menuju negara yang maju dan sejahtera. Menurut Presiden, berbagai upaya untuk menghambat kebangkitan bangsa tidak akan mampu menghentikan langkah Indonesia yang memiliki kekuatan dan potensi besar.
“Saya bersyukur bahwa stabilitas keamanan nasional terus terjaga. Memang setiap bangsa Indonesia akan bangkit, selalu ada usaha-usaha untuk menghambat, bahkan untuk mengganjal kebangkitan bangsa Indonesia. Tapi bangsa Indonesia sangat besar, sangat kuat, punya modal yang sangat besar, sehingga percayalah bangsa kita akan bangkit,” tegas Presiden.
Kepala Negara juga mengapresiasi sinergi Polri bersama TNI, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan pada berbagai momentum nasional. Menurut Presiden, keberhasilan tersebut menyebabkan jutaan masyarakat dapat melakukan perjalanan dan berkumpul bersama keluarga dengan aman, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Keberhasilan seperti ini menunjukkan bahwa negara hadir setiap saat rakyat memerlukan,” ucap Presiden.
Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa tantangan keamanan ke depan akan semakin kompleks. Dinamika geopolitik global, perkembangan teknologi, serta munculnya berbagai bentuk kejahatan baru menuntut seluruh aparat keamanan untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas.
“Tantangan kita tidak makin ringan. Dunia penuh konflik dan ketegangan. Perang di satu belahan bumi berpengaruh kepada kita. Kejahatan pun makin canggih dan terus berubah. Ancaman berubah, teknologi dapat juga dipakai dengan maksud-maksud yang jahat. Dengan demikian, cara kerja kita juga harus menyesuaikan,” kata Presiden.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo juga secara khusus menyoroti sejumlah ancaman serius yang harus terus menjadi perhatian bersama, mulai dari peredaran narkotika, judi daring, perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, hingga berbagai praktik ekonomi ilegal seperti penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, dan kejahatan kerah putih (white collar crime) yang dinilai sangat merugikan bangsa.
Meski demikian, Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas keberhasilan Polri bersama berbagai lembaga terkait dalam mengungkap ribuan kasus narkotika, memberantas judi daring bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, serta mempertahankan nihil insiden terorisme selama beberapa tahun terakhir.
“Ini prestasi yang perlu kita hargai. Tetapi saya juga mengatakan dan mengingatkan jangan kita lengah. Jangan pernah cepat puas,” tegas Presiden.
Presiden Prabowo turut mengingatkan bahwa perjuangan aparat negara masih panjang. Menurut Presiden, kemiskinan yang masih dihadapi sebagian masyarakat tidak terlepas dari dampak korupsi, penyelundupan, dan berbagai aktivitas ekonomi ilegal yang harus terus diberantas secara konsisten.
“Rakyat kita masih menderita kemiskinan. Dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyelundupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal. Karena itu tantangan saudara, tantangan kita semua masih besar dan masih banyak,” tutur Presiden.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....