Komdigi Gandeng Pesantren Perluas Pelatihan Digital untuk Santri

  • 29 Jun 2026 10:09 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital membuka peluang kolaborasi dengan pesantren untuk memperluas akses pelatihan dan sertifikasi kompetensi digital bagi para santri. Program tersebut disiapkan untuk membekali santri dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri digital saat ini.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan pelatihan digital yang disiapkan Kemkomdigi dapat diikuti secara daring dan diakhiri dengan sertifikasi kompetensi. Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha berbasis teknologi.

“Kita memiliki pelatihan digital yang dapat diikuti secara daring dan berujung pada sertifikasi kompetensi yang berguna untuk memasuki dunia kerja,” ujar Nezar saat menerima audiensi Bina Usaha Nahdliyin di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu 24 Juli 2026.

Nezar menyatakan Kemkomdigi siap mendukung berbagai inisiatif yang melibatkan pesantren dalam peningkatan kapasitas digital masyarakat. Menurutnya, lulusan pesantren kini memiliki peluang profesi yang semakin luas dan tidak terbatas hanya pada bidang pendidikan maupun dakwah.

Karena itu, Kemkomdigi membuka akses pelatihan digital berbasis daring yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat para santri. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing generasi muda pesantren di tengah perkembangan teknologi digital yang terus bergerak cepat.

Dalam audiensi tersebut, Nezar juga mendorong penguatan literasi digital di lingkungan pesantren agar mampu mengikuti perkembangan teknologi baru. Salah satu fokus yang dinilai penting adalah pemahaman mengenai emerging technology seperti artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).

“Literasi digital sekarang itu lebih mencoba meningkatkan skill atau juga pemahaman terhadap emerging technology. Misalnya artificial intelligence, IoT, dan lain-lain,” katanya.

Menurut Nezar, pembahasan mengenai kecerdasan artifisial menjadi relevan karena teknologi tersebut telah digunakan luas oleh generasi muda, termasuk para santri. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai AI dinilai penting agar teknologi dimanfaatkan secara kritis, aman, dan bertanggung jawab.

“Paling tidak ada literasi tentang bagaimana sih kita menghadapi artificial intelligence ini. Dan saya kira di pesantren itu sangat kontekstual,” ujarnya.

Selain program pelatihan dan sertifikasi digital, Kemkomdigi juga menawarkan peluang kolaborasi dalam pengembangan talenta digital dan kewirausahaan berbasis teknologi. Salah satunya melalui program Garuda Spark Innovation Hub yang kini mulai diperluas ke berbagai daerah.

Program tersebut diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan digital, membangun jejaring industri, hingga merintis startup berbasis teknologi. Seluruh program itu melengkapi pelatihan digital yang selama ini dijalankan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi.

Menutup pertemuan, Nezar menegaskan Kemkomdigi mendukung berbagai program yang dijalankan Bina Usaha Nahdliyin dalam penguatan kapasitas masyarakat. Ia berharap kolaborasi dengan pesantren mampu memperkuat literasi digital sekaligus mendorong masyarakat menjadi pelaku ekonomi digital yang berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....