Generasi Muda Diminta Jadi Garda Depan Lawan Kejahatan Digital
- 20 Jun 2026 11:48 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Medan – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyerukan generasi muda untuk menjadi duta internet sehat sekaligus garda terdepan dalam memerangi kejahatan digital. Seruan itu disampaikan di tengah meningkatnya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, konten provokatif, hingga ancaman siber di ruang digital.
Ajakan tersebut disampaikan Meutya saat menghadiri acara Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital di Medan, Sumatra Utara, Sabtu 13 Juni 2026. Dalam forum itu, ia menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri menjaga keamanan ruang digital yang sebagian besar bersifat privat.
Menurut Meutya, keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, menjadi faktor penting untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan sehat. Anak muda dinilai memiliki peran strategis karena menjadi kelompok yang paling aktif menggunakan teknologi dan media sosial.
“Adik-adik semua harus menjadi duta-duta internet yang lebih baik dan lebih sehat. Ini bukan pilihan, tapi tanggung jawab kita bersama,” kata Meutya dalam sambutannya.
Ia menilai perkembangan teknologi digital memang membuka banyak peluang di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga komunikasi. Namun, kemajuan tersebut juga membawa ancaman serius apabila tidak disertai etika dan literasi digital yang memadai.
Meutya mengatakan saat ini ruang digital semakin dipenuhi hujatan, fitnah, kebencian, dan informasi palsu yang mudah menyebar. Kondisi itu, menurutnya, diperparah oleh algoritma platform digital yang cenderung mendorong konten kontroversial demi meningkatkan interaksi pengguna.
“Internet itu pisau bermata dua. Sangat bermanfaat, tetapi sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah atau digunakan tanpa etika,” ujarnya.
Selain ancaman hoaks dan konten negatif, Menkomdigi juga menyoroti ketergantungan berlebih generasi muda terhadap media sosial. Ia mengingatkan penggunaan media sosial yang tidak terkendali dapat mengurangi minat anak muda untuk berorganisasi dan membangun interaksi langsung di kehidupan nyata.
Padahal, menurut Meutya, organisasi dan komunitas nyata memiliki peran penting dalam membentuk daya kritis, kepedulian sosial, serta tanggung jawab kolektif di tengah masyarakat. Karena itu, ia mendorong generasi muda tetap aktif dalam kegiatan sosial dan komunitas di luar ruang digital.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap lahir lebih banyak komunitas dan anak muda yang mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....