PDPI: Pencegahan Perokok Muda Harus Dimulai sejak SMP

  • 04 Jun 2026 15:21 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menilai pencegahan pada kelompok usia muda merupakan strategi paling efektif untuk menekan jumlah perokok baru di Indonesia. Ketua Umum PDPI, Arief Riadi Arifin, mengatakan sebagian besar perokok mulai merokok saat berusia sekitar 14 tahun.

Karena itu, edukasi kesehatan berbasis sains perlu diperkuat di sekolah dan lingkungan pendidikan. “Kalau sudah merokok dan mengalami adiksi puluhan tahun, untuk berhenti itu tidak mudah,” kata Arief saat peluncuran Kampanye #SehatTanpaRokok di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara masif dan menjangkau sebanyak mungkin anak-anak serta remaja sebelum mereka mulai mengenal rokok. Arief menilai edukasi yang tepat akan membantu generasi muda memahami risiko kesehatan akibat merokok sehingga dapat membuat keputusan yang lebih sehat.

Ia juga mengingatkan bahwa ketergantungan nikotin menjadi tantangan besar bagi perokok yang ingin berhenti setelah bertahun-tahun mengonsumsi rokok. Kampanye #SehatTanpaRokok yang digagas Kementerian Kesehatan bersama BPOM, PDPI, Kenvue Indonesia dan Guardian Indonesia mengusung semangat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya tembakau dan nikotin.

Melalui keterlibatan pemerintah, organisasi profesi, tenaga kesehatan, akademisi, media, dan sektor swasta, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdorong menjalani gaya hidup sehat tanpa rokok.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....