Kemenkes Tegaskan Vape Tidak Lebih Aman dari Rokok
- 04 Jun 2026 15:22 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kesehatan menegaskan rokok elektronik atau vape tetap memiliki risiko kesehatan yang serius dan tidak dapat dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin P. Octavianus saat peluncuran Kampanye #SehatTanpaRokok di Jakarta, Rabu 3 Juni 2026.
Menurut Benjamin, kandungan nikotin dan aerosol pada rokok elektronik dapat menyebabkan peradangan saluran pernapasan, mengganggu fungsi alveoli paru. Selain itu meningkatkan risiko kerusakan paru dalam jangka panjang.
“Kerusakannya sama dengan merokok, enggak ada bedanya. Dampaknya terhadap kerusakan paru maka fungsi paru kita pasti akan menurun,” ujarnya. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya anak muda, agar tidak terpengaruh anggapan bahwa vape merupakan alternatif yang aman.
Benjamin mengatakan pemerintah terus memperkuat upaya pengendalian tembakau melalui regulasi, edukasi kesehatan, serta promosi gaya hidup sehat. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, William Adi Teja, menyebut pengendalian tembakau memerlukan berbagai pendekatan yang saling melengkapi.
Selain kawasan tanpa rokok dan edukasi, akses terhadap terapi pengganti nikotin yang aman dan berbasis bukti ilmiah juga dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin berhenti merokok. Kampanye #SehatTanpaRokok diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya tembakau dan nikotin serta mendorong lebih banyak masyarakat menjalani hidup sehat tanpa rokok.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....