Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Penyakit Hati Kronis

  • 03 Jun 2026 19:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hati kronis melalui perluasan skrining dan deteksi dini di masyarakat. Langkah ini dilakukan karena penyakit hati kronis masih menjadi tantangan kesehatan besar di Indonesia dengan estimasi sekitar 70 juta penduduk mengalaminya.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam forum Healthy Liver Awareness for Indonesia bertajuk “Bicara Tentang Hati: Solid Habit, Strong Liver” di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026 mengatakan penyakit hati kronis merupakan ancaman serius karena berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas. Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui kondisi mereka saat penyakit telah memasuki stadium lanjut seperti sirosis atau kanker hati.

Menurut Menkes, strategi promotif dan preventif harus menjadi prioritas karena lebih efektif dan lebih murah dibandingkan pengobatan pada tahap lanjut.

“Penyakit hati kronis memiliki prevalensi yang tinggi. Karena itu kita harus memperkuat strategi promotif dan preventif,” kata Budi.

Ia mengungkapkan cakupan skrining hepatitis di Indonesia saat ini diperkirakan baru mencapai sekitar 10 persen. Angka tersebut masih jauh dari target World Health Organization yang menargetkan 90 persen kasus hepatitis terdeteksi dan 80 persen penderita mendapatkan pengobatan.

Sebagai upaya memperluas deteksi dini, pemerintah telah mengintegrasikan skrining penyakit hati ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan mencakup deteksi Hepatitis B melalui HBsAg serta penilaian fibrosis hati menggunakan metode APRI berbasis pemeriksaan darah.

Kementerian Kesehatan juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis secara rutin agar penyakit dapat terdeteksi lebih awal sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....