Caritas Internationalis Rayakan 75 Tahun Pelayanan Kemanusiaan di Labuan Bajo
- 19 Mei 2026 16:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Jaringan kemanusiaan Gereja Katolik sedunia, Caritas Internationalis, merayakan 75 tahun dedikasi pelayanan kemanusiaannya melalui Misa Syukur di Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Senin 18 Mei 2926. Momen tersebut juga menjadi perayaan dua dekade karya kemanusiaan Caritas Indonesia atau Yayasan Karina KWI.
Misa syukur dipimpin Presiden Caritas Internationalis, Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi, didampingi Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, bersama sejumlah uskup dari berbagai negara anggota Caritas Internationalis dan Indonesia. Hadir pula 33 anggota Representative Council (RepCo) serta perwakilan Caritas Asia.
Dalam homilinya, Kardinal Kikuchi mengingat ensiklik Deus Caritas Est yang menegaskan bahwa “Allah adalah kasih”. Ia mengatakan semangat Caritas berakar pada perjumpaan dengan Yesus Kristus yang diwujudkan melalui pewartaan Injil, pelayanan sakramen, dan pendampingan bagi masyarakat rentan.
“Misi kita adalah mewujudkan dunia yang adil, di mana semua orang mengalami kasih, belas kasihan, dan kehidupan yang penuh,” ujar Kardinal Kikuchi.
Menurutnya, karya amal Caritas menjadi cara nyata Gereja berjalan bersama masyarakat yang miskin, tersisih, dan dilupakan. Melalui pendampingan terhadap pengungsi, petani, anak-anak, hingga penyintas bencana, Gereja hadir sebagai sumber harapan dan martabat manusia.
Dirinya juga menekankan pentingnya pelayanan yang tidak hanya penuh belas kasih, tetapi juga dilakukan secara profesional, terorganisir, dan efektif.
“Pelayanan kita harus kompeten dan sangat manusiawi, berakar pada belas kasihan dan kasih kepada Tuhan,” katanya.
Perayaan syukur tersebut berlangsung bersama ribuan umat di Katedral Roh Kudus Labuan Bajo. Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen global dan lokal Caritas untuk terus mendampingi masyarakat yang membutuhkan.
Bersamaan dengan itu, Caritas Indonesia turut mensyukuri 20 tahun kiprahnya sejak berdiri pada 17 Mei 2006. Selama dua dekade, lembaga tersebut terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari penanganan tsunami Aceh 2004 hingga banjir Sumatra 2025.
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, menyampaikan rasa syukur karena Indonesia dipilih menjadi lokasi perayaan 75 tahun Caritas Internationalis.
Ia berharap momentum tersebut semakin mengobarkan semangat pelayanan dan solidaritas terhadap masyarakat miskin dan terpinggirkan.
“Paus Fransiskus pernah berpesan, melayani orang miskin adalah anugerah istimewa karena tidak semua memiliki kesempatan untuk menjalankan pelayanan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Karina KWI, Mgr. Pius Riana Prapdi, mengatakan perayaan bersama komunitas menunjukkan adanya perjumpaan dan percakapan yang tulus sebagai bagian dari kesatuan Gereja.
Sebelum misa syukur, para peserta mengunjungi komunitas dampingan Caritas Keuskupan Labuan Bajo di Paroki Santa Teresia Kalkuta Datak. Mereka bertemu para petani peserta Program HARVEST yang mengembangkan pertanian organik, produksi mikro organisme lokal, pupuk organik, dan pestisida alami secara mandiri.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi pesan Laudato Si’ mengenai ekologi integral, yang mengajak Gereja mendengar “jeritan bumi dan jeritan kaum miskin”.
Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Keuskupan Labuan Bajo sebagai tuan rumah perayaan internasional tersebut.
“Sebagai keuskupan baru, ini merupakan bentuk kepercayaan dan dukungan bagi kami,” ujarnya.
Direktur Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, juga mengapresiasi Keuskupan Labuan Bajo yang bersedia menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan.
Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, berharap kolaborasi antara Gereja dan pemerintah semakin memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Caritas Internationalis merupakan konfederasi lembaga kemanusiaan resmi Gereja Katolik yang berbasis di Roma, Italia, dan memiliki 162 anggota di seluruh dunia. Di Indonesia, jaringan tersebut diwakili oleh Caritas Indonesia yang kini hadir di 38 keuskupan di seluruh nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....