Kementan Perketat Pengawasan Penyakit Hewan Jelang Iduladha 2026

  • 12 Mei 2026 09:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan penyakit zoonosis dan keamanan pangan asal hewan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular di tengah meningkatnya distribusi dan lalu lintas ternak antarwilayah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penguatan pengawasan kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan nasional selama momentum Iduladha. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga kualitas dan keamanan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“SDM pertanian dan peternakan harus profesional, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” ujar Amran dalam keterangannya Minggu 10 Mei 2026.

Ia menegaskan peningkatan distribusi ternak menjelang Iduladha harus diantisipasi melalui pengawasan kesehatan hewan yang ketat. Langkah tersebut dinilai penting agar lalu lintas ternak tidak menjadi jalur penyebaran penyakit zoonosis maupun penyakit hewan menular strategis.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam sistem pencegahan penyakit hewan di lapangan. Hal itu terutama diperlukan saat aktivitas perdagangan dan pemotongan ternak meningkat menjelang Iduladha.

Menurut Arsanti, penguatan kompetensi dilakukan melalui sertifikasi, pelatihan, dan resertifikasi tenaga profesional di bidang peternakan. Program tersebut bertujuan memastikan petugas lapangan memiliki kemampuan yang terukur dan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kementan juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah penyakit zoonosis seperti Anthrax, Brucellosis, Lumpy Skin Disease (LSD), Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), jembrana, dan infeksi cacing hati. Penyakit tersebut dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan sakit maupun pangan asal hewan yang tidak ditangani dengan benar.

Selain berdampak terhadap kesehatan masyarakat, penyebaran zoonosis dinilai berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi akibat menurunnya produktivitas ternak dan terganggunya distribusi hewan. Karena itu, Kementan memastikan pengawasan kesehatan hewan menjelang Iduladha akan terus diperkuat agar pelaksanaan kurban berjalan aman dan sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....