Kemnaker Siapkan Empat Program Prioritas 2026 untuk Hadapi Perubahan Dunia Kerja
- 12 Mei 2026 09:01 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan empat program strategis prioritas pada 2026 guna menjawab perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan kesenjangan kompetensi tenaga kerja. Program tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Minggu 10 Mei 2026.
Afriansyah mengatakan transformasi digital telah mengubah pola ketenagakerjaan secara signifikan, termasuk menggeser sejumlah pekerjaan konvensional. Karena itu, pemerintah menyiapkan strategi untuk membangun sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
“Transformasi digital telah mengubah wajah ketenagakerjaan secara fundamental. Meski pekerjaan konvensional bergeser, peluang baru berbasis kreativitas dan teknologi terbuka lebar,” katanya.
Ia menjelaskan, program prioritas pertama ialah penguatan Pusat Pelatihan Vokasi melalui skilling dan reskilling. Program tersebut ditujukan untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri masa depan sekaligus mengurangi kesenjangan kompetensi di pasar kerja.
Program kedua adalah Talent and Innovation Hub (TIH) yang akan difungsikan sebagai inkubator strategis nasional. Melalui program itu, Kemnaker mendorong lahirnya inovator baru dengan mengembangkan ide kreatif menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Selain itu, Kemnaker juga memperkuat pelatihan dan penempatan tenaga kerja disabilitas sebagai bagian dari pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh warga negara memiliki kesempatan kerja yang setara.
Program prioritas keempat ialah Labor Productivity Clinics yang difokuskan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan nasional. Menurut Afriansyah, peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi faktor penting agar industri Indonesia mampu bersaing di pasar global.
Afriansyah menegaskan keempat program tersebut akan diintegrasikan dalam satu ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, produktif, dan inklusif. Pemerintah juga menargetkan penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai fondasi menuju kemandirian ekonomi nasional.
Ia optimistis visi Indonesia Emas 2045 dapat tercapai apabila kualitas SDM terus diperkuat melalui inovasi dan pengembangan kompetensi. “Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila ekonomi kreatif menjadi pilar pembangunan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....