Groundbreaking Hub Maumere Jadi Harapan Baru Distribusi BBM dan LPG Wilayah Timur

  • 07 Mei 2026 21:28 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - PT Pertamina Patra Niaga resmi memulai pembangunan proyek strategis Hub Terminal Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang digadang-gadang menjadi pusat distribusi energi baru bagi kawasan Indonesia Timur.

Groundbreaking proyek ini dilakukan pada 29 April 2026 sebagai bagian dari upaya hilirisasi energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan pasokan BBM dan LPG di wilayah NTT, Maluku, hingga Papua.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan, Hub Terminal Maumere akan memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 75 juta liter BBM, baik dari produk kilang domestik maupun impor.

“Maumere diposisikan sebagai titik strategis untuk menjadi hub energi Indonesia Timur, tidak hanya melayani NTT tetapi juga Maluku dan Papua,” ujar Ahad kepada media di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis 7 Mei 2026.

Selama ini, distribusi energi ke wilayah timur Indonesia masih sangat bergantung pada hub besar seperti Balikpapan, Kalimantan Timur. Kehadiran terminal Maumere dinilai akan memangkas jarak distribusi dan meningkatkan efisiensi pasokan energi ke daerah-daerah kepulauan di kawasan timur.

Selain itu, terminal ini dirancang mampu melayani kapal dengan kapasitas hingga 10 kali lebih besar dibanding fasilitas yang ada saat ini, sehingga volume pasokan energi dapat meningkat signifikan.

“Dengan kapasitas dermaga dan daya tampung yang jauh lebih besar, pengiriman BBM akan lebih lancar, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan wilayah timur,” katanya.

Keberadaan Hub Maumere juga diharapkan membantu mengatasi persoalan distribusi LPG di NTT yang selama ini masih bergantung pada pengiriman tabung melalui kapal kontainer dari Surabaya.

Dengan infrastruktur yang lebih modern dan strategis, biaya logistik distribusi energi di NTT diharapkan dapat ditekan, termasuk untuk LPG non-subsidi yang selama ini memiliki harga lebih tinggi dibanding wilayah lain.

Posisi geografis Maumere dinilai sangat strategis karena dekat dengan jalur pasokan energi dari Australia maupun kawasan Asia Pasifik lainnya. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih besar dalam memenuhi kebutuhan impor energi nasional, terutama untuk kawasan timur.

“Hub Maumere akan menjadi simpul penting dalam memastikan keberlangsungan pasokan energi, baik dari dalam negeri maupun impor,” ungkap Ahad.

Lebih lanjut, Pertamina sendiri menargetkan pembangunan terminal ini selesai dan mulai beroperasi pada akhir 2027.

Jika berjalan sesuai rencana, Hub Terminal Maumere nantinya akan menjadi salah satu infrastruktur energi terbesar di Indonesia Timur dan berperan vital dalam mendukung pembangunan ekonomi kawasan melalui jaminan distribusi energi yang lebih stabil, cepat, dan efisien.

Adapun dengan proyek ini, Maumere diproyeksikan menjadi tulang punggung baru distribusi BBM dan LPG Indonesia Timur, sekaligus simbol transformasi energi nasional di kawasan kepulauan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....