Distribusi BBM NTT Lebih Stabil Dibanding LPG, Ini Strategi Pertamina

  • 07 Mei 2026 21:16 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – PT Pertamina Patra Niaga menyebut distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini relatif lebih stabil dibanding liquefied petroleum gas (LPG), meski wilayah kepulauan tersebut masih menghadapi tantangan logistik energi yang kompleks.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menjelaskan perbedaan utama terletak pada infrastruktur distribusi dan moda transportasi yang digunakan.

Ia mengatakan, distribusi LPG ke NTT hingga kini masih mengandalkan pengiriman tabung melalui kapal kontainer dari Surabaya, berbeda dengan sebagian besar wilayah lain yang telah menggunakan kapal tanker langsung ke terminal provinsi.

“Untuk LPG, tantangannya lebih besar karena masih dikirim dalam bentuk tabung menggunakan kapal kontainer. Sementara BBM secara umum distribusinya lebih stabil karena sistem tanker dan terminalnya lebih siap,” ujar Ahad, kepada media di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis 7 Mei 2026.

Dirinya juga menyampaikan, kendala distribusi LPG sempat diperparah dengan adanya perbaikan dermaga kontainer di Surabaya yang menyebabkan keterlambatan pengiriman ke NTT.

Sebaliknya, distribusi BBM dinilai lebih terkendali karena Pertamina dapat mengatur jadwal perawatan kapal tanker secara berkala tanpa mengganggu keseluruhan pasokan.

“Kalau BBM sendiri hampir tidak ada kendala serius. Jadwal docking kapal terus kami siasati agar tidak terlalu banyak kapal berhenti bersamaan,” katanya.

Selain itu, guna memperkuat stabilitas pasokan BBM, Pertamina juga terus mengoptimalkan Fuel Terminal Labuan Bajo di Wae Kelambu, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, sebagai titik penyangga distribusi sementara.

Terminal tersebut berfungsi sebagai buffer stock untuk mengantisipasi gangguan pasokan akibat cuaca buruk, keterlambatan kapal, maupun kendala distribusi dari terminal utama seperti Kupang atau Mataram.

Selain itu, pembangunan Hub Terminal Maumere berkapasitas 75 juta liter yang telah dimulai pada April 2026 menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pertamina untuk memperkuat distribusi BBM di kawasan timur Indonesia.

Terminal ini nantinya akan menjadi pusat distribusi energi utama untuk wilayah NTT, Maluku, dan Papua.

“Dengan adanya Hub Maumere, distribusi BBM akan jauh lebih efisien dan ketahanan energi di wilayah timur semakin kuat,” ungkap Ahad.

Sementara itu, untuk LPG, Pertamina bersama pemerintah daerah masih mendorong optimalisasi infrastruktur distribusi, termasuk pemanfaatan terminal di Tenau Kupang agar pengiriman dapat dilakukan lebih efisien dan harga jual ke masyarakat dapat ditekan.

Pertamina menilai perbedaan kesiapan infrastruktur inilah yang membuat distribusi BBM di NTT saat ini lebih andal dibanding LPG, meski keduanya tetap menjadi fokus utama penguatan energi nasional di wilayah timur Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....