Hari Buruh dan Sinyal Mayday, Ini Perbedaannya
- 01 Mei 2026 12:01 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Istilah Mayday sering muncul setiap 1 Mei, namun memiliki dua makna berbeda yang kerap disalahartikan. Selain sebagai simbol Hari Buruh Internasional, Mayday juga dikenal sebagai sinyal darurat dalam komunikasi radio.
Hari Buruh Internasional diperingati setiap 1 Mei sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan pekerja dalam memperoleh hak kerja yang layak. Sejarahnya berakar dari aksi buruh di Amerika Serikat pada tahun 1886 yang menuntut jam kerja delapan jam sehari.
Peristiwa tersebut mencapai puncaknya dalam insiden Haymarket di Chicago yang kemudian menjadi tonggak gerakan buruh dunia. Sejak tahun 1889, tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional dan kini diperingati di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sementara itu, dalam dunia komunikasi, Mayday merupakan sinyal darurat tingkat tertinggi yang digunakan dalam kondisi kritis. Istilah ini berasal dari bahasa Prancis m’aider yang berarti “tolong saya”.
Sinyal Mayday pertama kali diperkenalkan pada 1923 oleh petugas radio di London dan diakui secara internasional pada 1927. Dalam penggunaannya, kata ini diucapkan tiga kali berturut-turut untuk memastikan pesan darurat tersampaikan dengan jelas.
Meski memiliki konteks berbeda, kedua makna Mayday sama-sama berkaitan dengan kepentingan kemanusiaan. Hari Buruh menegaskan perjuangan hak pekerja, sementara sinyal Mayday digunakan untuk menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat.
Pemahaman yang tepat mengenai kedua istilah ini diharapkan dapat menghindari kesalahpahaman, terutama di tengah momentum peringatan Hari Buruh setiap 1 Mei.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....