Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 tanpa Kuota Khusus
- 07 Apr 2026 13:14 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta - Divisi Humas Polri menegaskan komitmen menjaga integritas proses rekrutmen terpadu Polri Tahun Anggaran 2026. Penegasan ini disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Johnny Eddizon Isir di Mabes Polri, Selasa, 7 April 2026.
Johnny mengatakan proses seleksi anggota Polri dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip tersebut dikenal dengan istilah BETAH sebagaimana menjadi arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Menurutnya, seluruh tahapan rekrutmen dilakukan secara objektif, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Proses seleksi juga dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.
Ia menegaskan penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian Tahun Anggaran 2026 hanya melalui jalur reguler. Polri tidak menyediakan kuota khusus dalam proses seleksi tersebut demi menjaga keadilan bagi seluruh peserta.
Kadiv Humas Polri juga mengingatkan peserta dan keluarga agar tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan. Menurutnya, segala bentuk janji kelulusan dengan imbalan tertentu merupakan tindakan penipuan yang merugikan masyarakat.
Berdasarkan data sementara, jumlah pendaftar calon Taruna dan Taruni Akpol Tahun 2026 mencapai 7.988 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi administrasi berikutnya.
Johnny meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan praktik percaloan atau penipuan dalam proses rekrutmen. Laporan dapat disampaikan melalui Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen, Bareskrim Polri, maupun kepolisian di wilayah masing-masing.
Ia menegaskan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa pengecualian. Jika melibatkan anggota Polri, kasus tersebut akan diproses oleh Propam sesuai mekanisme penegakan disiplin dan kode etik.
Menurut Johnny, rekrutmen Taruna dan Taruni Akpol merupakan investasi jangka panjang bagi institusi Polri. Para peserta yang lolos seleksi diproyeksikan menjadi calon pemimpin kepolisian dalam rentang waktu sekitar dua hingga tiga dekade.
Ia menambahkan Polri terus melakukan evaluasi kurikulum pendidikan di lembaga pendidikan kepolisian, termasuk Akademi Kepolisian. Evaluasi dilakukan untuk memperkuat karakter, menghapus praktik kekerasan, serta membangun budaya kepolisian yang profesional dan humanis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....