BMKG Antisipasi Cuaca Ekstrem Saat Arus Mudik Lebaran
- 14 Mar 2026 15:09 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama periode Angkutan Lebaran 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Pusat BMKG
Rapat koordinasi ini digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan berbagai instansi dalam menghadapi potensi gangguan cuaca selama arus mudik dan arus balik Idulfitri. Sinergi lintas sektor dinilai penting guna menjaga keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur Lebaran.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi Andri Ramdhani mengatakan, kondisi cuaca pada periode libur Idulfitri 2026 secara umum diprakirakan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di berbagai wilayah Indonesia. Namun, terdapat potensi hujan lebat di sejumlah daerah tertentu.
Wilayah yang diperkirakan berpotensi mengalami hujan lebat antara lain Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, serta Jawa Timur. Selain itu, potensi serupa juga diperkirakan terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, hingga Papua Pegunungan.
Menurut Andri, BMKG terus melakukan analisis serta pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan selama periode Angkutan Lebaran 2026. Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini juga akan disampaikan secara cepat kepada masyarakat.
Ia menambahkan, penyampaian informasi cuaca secara tepat waktu sangat penting untuk mendukung keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Hal ini juga membantu berbagai sektor transportasi dalam mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.
Selain pemantauan cuaca, BMKG juga menyiapkan langkah mitigasi melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Program ini dilakukan secara situasional dan berbasis kebutuhan di wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi.
Operasi tersebut bertujuan membantu menekan intensitas hujan di wilayah yang rawan terdampak bencana hidrometeorologi, terutama di kawasan dengan mobilitas masyarakat tinggi selama arus mudik dan arus balik. Dengan demikian, risiko gangguan perjalanan akibat cuaca dapat diminimalkan.
BMKG juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan, operator transportasi, serta masyarakat untuk aktif memantau perkembangan informasi cuaca. Informasi terbaru dapat diakses melalui kanal resmi BMKG agar perjalanan selama masa Lebaran tetap aman dan terencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....