Kemenkomdigi Luncurkan DARA Tangani Adiksi Gim Anak
- 28 Feb 2026 21:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital meluncurkan layanan Digital Addiction Response Assistance (DARA) untuk merespons meningkatnya kekhawatiran orang tua terhadap kecanduan gim pada anak. Layanan ini dihadirkan sebagai ruang konsultasi aman dan privat bagi anak serta keluarga yang menghadapi persoalan adiksi digital.
Peluncuran DARA digelar di Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (27/02/2026). Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjawab keresahan masyarakat terkait dampak paparan gim daring berlebihan terhadap perubahan perilaku anak.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan kehadiran DARA berangkat dari keluhan para orang tua yang merasa kesulitan mengendalikan penggunaan gim oleh anak. Ia menegaskan negara tidak menutup mata terhadap manfaat industri gim, namun tetap harus hadir ketika muncul dampak negatif.
“Para orang tua tentu sangat terusik dengan kondisi ini. Di satu sisi, kita tahu gim bisa memicu kreativitas, sehingga kita tidak menutup industri gim. Namun di saat bersamaan, negara harus hadir membantu anak-anak kita yang terpapar adiksi,” ujar Meutya dalam peluncuran tersebut.
Menurutnya, DARA dirancang sebagai teman bercerita dan wadah konsultasi yang tidak menghakimi. Layanan ini merupakan karya talenta muda bangsa yang fokus memberikan pendampingan secara privat bagi anak maupun keluarga.
Secara teknis, DARA dapat diakses melalui laman adiksi.igrs.id atau melalui layanan konsultasi WhatsApp Indonesia Game Rating System di nomor 0811806860. Akses yang mudah ini diharapkan memudahkan orang tua dan anak mendapatkan bantuan tanpa harus datang langsung ke pusat layanan.
Peluncuran DARA juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menegaskan bahwa adiksi gim tidak bisa dipandang sekadar sebagai bentuk kenakalan anak.
“DARA ini penting karena menempatkan keluarga sebagai garda terdepan. Ketika orang tua mendapatkan panduan yang praktis dan tidak menghakimi, keluarga akan lebih mampu menjaga keseimbangan. Anak tetap dapat menikmati gim secara sehat tanpa mengorbankan haknya,” kata Arifah.
Melalui DARA, pemerintah berupaya menciptakan ruang digital yang lebih aman dan ramah bagi anak. Layanan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen negara dalam mendampingi keluarga menghadapi tantangan era digital tanpa stigma dan tanpa penghakiman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....