KKP Minta Pemkab Sikka Data 68 Desa Pesisir

  • 28 Feb 2026 18:43 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta Pemerintah Kabupaten Sikka mendata 68 desa pesisir di wilayah tersebut. Pendataan itu dilakukan untuk menentukan pusat aktivitas perikanan dan wilayah penyangga secara terukur dan terintegrasi.

Permintaan itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat mengunjungi Kelurahan Wuring Lembah, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis 26 februari 2026. Kunjungan tersebut sekaligus untuk meninjau calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Menurut Trenggono, evaluasi 68 desa pesisir akan melibatkan Direktur Jenderal, Kepala Satgas, Lanal, Forkopimda hingga Bupati Sikka. Pemerintah ingin memastikan desa mana yang menjadi simpul utama perikanan dan kawasan mana yang berfungsi sebagai penyangga produksi.

Ia mengatakan, satu titik lokasi di Wuring Lembah telah dipetakan sebagai area pembangunan kampung nelayan modern. Sebelumnya, peninjauan serupa juga dilakukan di Kupang sebagai bagian dari rangkaian program nasional.

Pemerintah daerah diminta menyiapkan lahan di sejumlah kawasan pesisir agar pembangunan dapat segera direalisasikan. Seluruh fasilitas penunjang akan dibangun dalam satu kawasan terpadu untuk mendukung aktivitas nelayan.

Trenggono mengklaim, dalam enam bulan ke depan kawasan tersebut akan berubah menjadi kampung nelayan yang bersih, tertata, dan modern. Fasilitas yang disiapkan meliputi dermaga representatif, pabrik es, cold storage, toko perbekalan, bengkel kapal, serta bantuan kapal fiber lima GT.

Selain menjadi sentra perikanan, kawasan itu juga diproyeksikan berkembang sebagai destinasi wisata bahari. Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp13 miliar hingga Rp22 miliar untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pesisir di Wuring.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyatakan siap menindaklanjuti pendataan desa pesisir dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Ia berharap program tersebut mendorong Sikka menjadi pusat aktivitas perikanan yang ditopang desa-desa penyangga produktif.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sikka, Paulus Bangkur, memaparkan mayoritas warga Wuring berprofesi sebagai nelayan, terutama pemancing tuna dengan produksi tuna loin sekitar 350 ton per tahun. Namun sebagian besar masih menggunakan kapal satu GT dan menghadapi keterbatasan armada, sehingga modernisasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi 385 kepala keluarga nelayan setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....