Menteri KKP: Koperasi dan Fasilitas Nelayan Harus Profesional
- 26 Feb 2026 18:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pengelolaan yang tertib dan profesional menjadi sorotan utama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Warloka Pesisir, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 26 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik, tetapi harus ditopang manajemen koperasi yang kuat dan partisipatif.
“Ini menjadi milik Bapak/Ibu semua yang ada di sini dan dikelola dengan baik oleh koperasi. Supaya kalau terjadi kerusakan, ada yang memperbaiki, ada yang mengelola dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap koperasi sangat penting karena lembaga tersebut merupakan wadah bersama yang akan memastikan fasilitas tetap berfungsi optimal dan berkelanjutan.
Di Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah telah menghadirkan berbagai fasilitas pendukung, antara lain dermaga tambatan perahu, pabrik es, cold storage berkapasitas 10 ton, bengkel kapal, kios perbekalan, pasar ikan, hingga mobil pendingin.
Selain itu, bantuan 10 unit kapal berukuran 5 gross ton (GT) lengkap dengan mesin serta alat tangkap juga telah diserahkan kepada nelayan.
Menteri menilai, tanpa sistem pengelolaan yang baik, fasilitas tersebut tidak akan memberikan dampak maksimal terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan.
“Kalau sarana prasarananya ada, tapi tidak dikelola dengan baik, hasilnya tidak akan optimal,” ungkap Menteri Sakti Wahyu Trenggono.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas hasil tangkapan melalui penggunaan slurry ice berbahan dasar air laut dan penyimpanan di cold storage. Dengan kualitas ikan yang tetap segar, nilai jual di pasar akan lebih tinggi.
Apabila nelayan mengalami kendala pemasaran, Kementerian Kelautan dan Perikanan siap menghadirkan offtaker untuk menyerap hasil tangkapan.
“Kalau kesulitan penampung, nanti Pak Dirjen akan membawa penampung. Yang penting kualitasnya bagus,” katanya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari Safari Ramadhan Menteri KKP di wilayah Nusa Tenggara Timur. Ia menegaskan, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis kelembagaan ekonomi rakyat.
Dengan koperasi sebagai penggerak utama, pemerintah berharap fasilitas yang telah dibangun tidak hanya dimanfaatkan dalam jangka pendek, tetapi menjadi fondasi ekonomi pesisir yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....