Bupati Mabar Usulkan Syahbandar Perikanan, Menteri KKP: Tak Perlu Tunggu 2027

  • 26 Feb 2026 18:42 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, secara langsung mengusulkan pembangunan Syahbandar Perikanan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, saat kunjungan kerja di Kampung Nelayan Merah Putih Warloka Pesisir, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 26 Februari 2026.

Usulan tersebut langsung mendapat respons cepat dari Menteri KKP yang menegaskan komitmennya untuk segera merealisasikan pembangunan Syahbandar Perikanan di Manggarai Barat.

“Izin, hari ini juga kami akan input, nanti menyusul proposal yang utuh. Tapi titik lokasi yang kami usulkan baru, hari ini juga kami akan selesaikan,” ujar Bupati Endi di hadapan Menteri.

Ia menegaskan, keberadaan Syahbandar Perikanan sangat penting untuk mendukung tata kelola perikanan tangkap di daerah tersebut. Menurutnya, hingga kini di Nusa Tenggara Timur, fasilitas serupa baru tersedia di Kupang.

“Di samping titik untuk membangun sarana dan prasarana seperti ini, izin dengan segala kerendahan hati kami mohon supaya akan dibangun Syahbandar untuk Perikanan. Karena satu-satunya di NTT yang ada itu hanya di Kupang,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Trenggono langsung memberikan instruksi kepada jajarannya.

“Segera penuhi. Tadi secara langsung saya sudah bicara dengan Pak Dirjen Tangkap, kita segera penuhi,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah realisasi dilakukan tahun ini atau tahun depan, ia menjawab lugas, “Penuhi besok kok tahun depan, lama amat.”

Kunjungan Menteri ke Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya meninjau fasilitas yang telah dibangun, tetapi juga memastikan ekosistem perikanan tangkap berjalan optimal. Sejumlah sarana telah tersedia, mulai dari dermaga, cold storage berkapasitas 10 ton, pabrik es, bengkel kapal, kios perbekalan, hingga mobil pendingin.

Selain itu, pemerintah juga menyerahkan bantuan 10 unit kapal berukuran 5 GT lengkap dengan mesin serta bantuan alat tangkap. Menteri menegaskan seluruh fasilitas tersebut harus dikelola koperasi agar berkelanjutan dan benar-benar menjadi milik bersama masyarakat nelayan.

“Ini menjadi milik Bapak/Ibu semua dan harus dikelola dengan baik oleh koperasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri juga memastikan dukungan pemasaran bagi nelayan. Jika terjadi kesulitan penyerapan hasil tangkapan, KKP siap menghadirkan offtaker.

Menurutnya, dengan penggunaan teknologi slurry ice berbahan dasar air laut dan dukungan cold storage, kualitas ikan dapat terjaga sehingga memiliki nilai jual lebih baik.

“Kalau kualitasnya bagus, harganya juga akan bagus,” katanya.

Dengan respons cepat tersebut, pembangunan Syahbandar Perikanan di Manggarai Barat diharapkan dapat memperkuat tata kelola sektor perikanan tangkap sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....