Kementerian PPPA Ingatkan Ibu-Ibu Waspada Pinjaman Ilegal

  • 13 Feb 2026 21:24 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Literasi keuangan menjadi kunci penting bagi keberlangsungan usaha mikro yang dikelola perempuan. Minimnya pemahaman dalam mengatur modal dan arus kas dinilai masih menjadi persoalan mendasar, sekaligus membuka celah bagi praktik pinjaman ilegal dan berbagai modus penipuan (scam) yang merugikan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, saat ditemui media usai berkunjung ke Kampus Bambu, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 13 Februari 2026. Ia juga mengingatkan kaum perempuan agar lebih waspada dalam mengelola keuangan usaha.

Lebih lanjut, Veronica menegaskan pentingnya memisahkan uang modal usaha dari kebutuhan rumah tangga. Menurutnya, kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan menjadi fondasi utama agar usaha dapat bertahan dan berkembang.

“Tiba-tiba anak sakit atau ada kebutuhan mendesak, lalu uang modal terpakai. Ketika modal berkurang, usaha terhambat dan akhirnya terjerat utang lagi,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, tantangan pembiayaan tidak hanya berasal dari pinjaman informal seperti rentenir, tetapi juga dapat muncul dari akses perbankan jika tidak disertai pendampingan dan pemahaman manajemen arus kas yang memadai. Bantuan modal, kata dia, harus diiringi edukasi risiko dan pengelolaan keuangan agar benar-benar produktif.

Selain itu, Veronica juga menyoroti maraknya investasi bodong yang kerap mengatasnamakan koperasi atau lembaga keuangan tertentu. Modus yang sering digunakan antara lain menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat, bahkan hingga puluhan persen per bulan, yang tidak masuk akal secara ekonomi.

“Tidak ada yang namanya makan siang gratis. Jika janjinya terlalu muluk dan prosesnya terlalu cepat, itu harus diwaspadai. Jangan mudah tergiur,” kata Veronica.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya para ibu, untuk selalu melakukan pengecekan ulang sebelum mengambil keputusan finansial. Sikap hati-hati dan kebiasaan melakukan check and re-check dinilai menjadi langkah awal untuk melindungi diri dari jeratan utang dan praktik penipuan.

Veronica berharap literasi keuangan perempuan terus diperkuat melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan, sehingga pelaku usaha mikro dapat tumbuh lebih mandiri, tangguh, dan terhindar dari risiko keuangan yang merugikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....