Jaga Memori Kolektif Bangsa, Komdigi Terbitkan 13 Seri Prangko
- 08 Feb 2026 14:19 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital akan menerbitkan 13 seri prangko sepanjang tahun 2026 sebagai upaya negara menjaga ingatan kolektif bangsa. Penerbitan prangko tersebut diposisikan sebagai rekam jejak perjalanan Indonesia yang merekam nilai budaya, sejarah, dan jati diri nasional.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan prangko tidak sekadar alat komunikasi pos, tetapi bagian dari upaya merawat cerita bangsa. Pernyataan itu disampaikannya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Senin, 2 Februari 2026. Menurutnya, prangko merupakan arsip visual yang harus dijaga keberlanjutannya lintas generasi.
Meutya menjelaskan seluruh penerbitan prangko tahun 2026 disusun sebagai satu rangkaian narasi besar tentang Indonesia. Melalui katalog prangko 2026, pemerintah menghadirkan tema-tema yang mencerminkan kekayaan bangsa, mulai dari warisan budaya, keragaman hayati, hingga peristiwa kebangsaan dan kerja sama internasional.
Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan e-katalog Prangko 2026 yang memuat 13 seri penerbitan. Beberapa di antaranya Seri Tahun Kuda Api, Seri Wayang Pandawa Lima, Seri Buah-buahan, Seri Artefak dan Bangunan Bersejarah Kota Palembang, Seri Anak Indonesia Hebat, serta Seri Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2024–2029.
Penerbitan prangko tahun 2026 juga mencakup prangko kerja sama Indonesia–Uruguay serta seri partisipasi Indonesia dalam pameran filateli internasional, antara lain BOSTON 2026, MACAO 2026, BANDUNG 2026, dan PHILATAIPEI 2026.
Di tengah percepatan digitalisasi, Meutya menilai prangko tetap relevan sebagai medium penghubung antargenerasi. Ia menegaskan prangko memiliki fungsi kultural sebagai pengingat identitas bangsa yang terus berkembang mengikuti perjalanan sejarah.
E-katalog Prangko Tahun 2026 dapat diakses melalui kanal digital resmi Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai bagian dari upaya memperluas literasi filateli kepada masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....