NTT, Bali, NTB Sepakat Hapus Sekat Pembangunan Pariwisata

  • 28 Jan 2026 21:40 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat -  Kerja sama regional antara Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali menandai babak baru pembangunan kawasan yang berorientasi pada keberlanjutan melalui pendekatan kolaboratif lintas wilayah. Kesepakatan ini ditegaskan dalam penandatanganan perjanjian kerja sama di ITDC Golo Mori Convention Center (GMCC), Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Rabu (28/1/2026).

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Kolaborasi ini diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan yang tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antardaerah.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi komitmen nyata untuk membangun kawasan secara terpadu dan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar formalitas birokrasi, tetapi komitmen bersama untuk menghapus sekat-sekat isolasi dan memperkuat kolaborasi pembangunan,” ujarnya.

Menurut Emanuel, pengembangan sektor strategis seperti pariwisata, pendidikan, infrastruktur, transportasi, energi, dan ekonomi regional menjadi fokus bersama agar pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan bahwa tantangan pembangunan saat ini bersifat saling terhubung sehingga kemajuan suatu wilayah tidak dapat dilepaskan dari wilayah lainnya. Ia menilai kolaborasi lintas provinsi menjadi kunci menjaga keseimbangan pembangunan kawasan.

Di kesempatan yang sama, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kesepakatan ini harus diimplementasikan secara konkret dan berkelanjutan.

“Kami sepakat kerja sama ini tidak berhenti di penandatanganan, tetapi harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Lalu Muhamad Iqbal.

Melalui kerja sama regional ini, tiga provinsi berharap mampu memperkuat daya saing kawasan, mengurangi ketimpangan, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....