NTT Perkuat Standar Gizi Program MBG

  • 05 Feb 2026 08:36 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat standar gizi dan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Pelatihan bagi Pelatih atau Training of Trainers (ToT) bagi penjamah pangan dan fasilitator SPPG tingkat regional NTT, NTB, dan Bali.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Swiss-Belcourt, Kota Kupang, Rabu, 4 Februari 2026, dengan fokus meningkatkan kapasitas fasilitator agar mampu menerapkan standar gizi dan keamanan pangan siap saji secara konsisten di satuan layanan pendidikan.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan, kualitas gizi dan keamanan pangan merupakan faktor penentu keberhasilan Program MBG sebagai program strategis nasional dalam RPJMN 2025–2029. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar makanan yang disajikan benar-benar aman dan berdampak positif bagi kesehatan penerima manfaat.

Pelatihan ini melibatkan Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, BPOM, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, akademisi Institut Pertanian Bogor, serta mitra internasional UNICEF. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat implementasi dan pengawasan standar gizi di daerah.

Gubernur Melki mendorong para pelatih dan fasilitator untuk mentransformasikan pengetahuan dan praktik terbaik kepada tenaga pendidik serta penjamah pangan di SPPG, bahkan hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Ia menekankan bahwa Program MBG tidak hanya menyentuh aspek gizi, tetapi juga kesehatan, kebersihan, dan penguatan ekonomi lokal.

“Jika masih ditemukan hal-hal yang memicu keracunan makanan, harus diberikan sanksi tegas agar seluruh pengelola dapur atau SPPG bekerja lebih serius,” kata Melki. Langkah tegas tersebut dinilai penting untuk menekan risiko keracunan dan menjaga kepercayaan publik terhadap Program MBG.

Sementara itu, Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional, Suardi Samiran, menyatakan Program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah NTT–NTB, Yudisthira Yewangoe, menambahkan bahwa keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh konsistensi penerapan standar gizi dan keamanan pangan di seluruh daerah.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir fasilitator regional yang mampu menjadi agen perubahan dalam menjamin mutu pangan serta perlindungan kesehatan peserta didik secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....