Dinkes Manggarai Barat Rilis Hasil Observasi Dugaan Keracunan MBG Kuwus

  • 30 Jan 2026 17:21 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis hasil observasi awal dan langkah penanganan terkait dugaan keracunan makanan di SPPG Kuwus Barat, Kolang, Kecamatan Kuwus, dalam konferensi pers Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Jumat 30 Januari 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Adrianus Ojo, menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan cepat menggunakan metode Membran Filter dan Compact Dry, kondisi sanitasi lingkungan di lokasi SPPG dinilai sangat baik.

“Hasil inspeksi kesehatan lingkungan eksternal mencapai skor 94 persen. Ini menunjukkan bahwa secara umum kondisi sanitasi lingkungan berada dalam kategori baik dan telah memenuhi standar kesehatan,” kata Adrianus, dalam keterangannya, Jumat sore, 30 Januari 2026.

Selain itu, hasil pemeriksaan kualitas air minum dan air bersih yang digunakan menunjukkan negatif terhadap bakteri E. coli dan Total Koliform. Dengan demikian, air dipastikan bukan merupakan sumber penyebab dugaan kejadian keracunan tersebut.

Kendati demikian, pemeriksaan terhadap sampel makanan belum dapat dilakukan karena tidak tersedianya sampel makanan (food sample bank) dari produksi pada hari kejadian.

Menyikapi hasil tersebut, Dinas Kesehatan Manggarai Barat memutuskan untuk tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui penyelidikan lanjutan, peningkatan surveilans, serta penguatan edukasi kepada masyarakat terkait penyakit berbasis lingkungan.

Sebelumnya, diketahui puluhan pelajar diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis 29 Januari 2026. Para pasien menjalani perawatan di Puskesmas Golowelu.

Lebih lanjut, Adrianus Ojo menyampaikan, hingga Jumat 30 Januari 2026, jumlah pasien tercatat sebanyak 130 orang, dengan tambahan satu pasien rawat jalan dibandingkan hari sebelumnya.

“Tidak ada pasien yang dirawat inap dan seluruh pasien dalam kondisi stabil. Saat ini masih terdapat dua orang dalam observasi,” ujarnya.

Adapun, berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan, menu makanan yang dikonsumsi pada Kamis 29 Januari 2026 tersebut terdiri dari nasi putih, tempe crispy, telur kukus sambalado, sayur toge, sayur labu, sayur sawi hijau, serta buah semangka.

Sementara itu, Komandan Kodim 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf Budiman Manurung, menyampaikan, pengawasan dan pendampingan terhadap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada prinsipnya dilakukan setiap hari.

“Setiap pendistribusian, personel dari Koramil melaksanakan pendampingan sekaligus pengawasan di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bersama koordinator wilayah (Korwil), pihaknya masih melakukan penelusuran dan pengecekan secara menyeluruh. Berdasarkan informasi yang diterima, diketahui bahwa terdapat makanan lain yang dikonsumsi para siswa setelah kembali ke rumah, salah satunya kacang-kacangan.

“Makanan tersebut bukan bagian dari menu MBG. Saat ini juga sedang ditelusuri karena tidak memiliki sertifikat halal dan tidak memiliki sertifikat BPOM,” ucapnya.

Melalui penguatan pengawasan dan koordinasi lintas sektor yang terus dilakukan, diharapkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depan dapat berlangsung lebih aman, tertib, serta memberikan manfaat optimal bagi para penerima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....