Awkwafina Belajar Masak demi Hidupkan Warisan Keluarga

  • 05 Okt 2026 11:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Aktris sekaligus komedian Nora Lum atau Awkwafina menempuh perjalanan lintas Amerika untuk mempelajari dunia kuliner dan menghidupkan kembali warisan restoran keluarganya dalam serial dokumenter Awkwafina: The Unlikely Cook. Serial delapan episode tersebut dijadwalkan tayang global di Apple TV mulai Jumat, 6 November 2026.

Berbeda dari figur kuliner pada umumnya, Awkwafina justru mengakui dirinya tidak bisa memasak meski tumbuh dari keluarga pemilik restoran. Keluarganya pernah mengelola Lum's, restoran Kanton yang dikenal di Flushing, New York, sehingga perjalanan ini menjadi upaya untuk memahami kembali akar kuliner sekaligus meneruskan warisan keluarga.

Dalam perjalanannya, Awkwafina tidak hanya belajar melalui pengalaman keluarga, tetapi juga mendapat pelatihan dari para pelaku kuliner. Ia mengikuti kursus singkat di Culinary Institute of America dan belajar dari sejumlah nama seperti Roy Choi, Martin Yan, serta Jimmy O. Yang.

Perjalanan tersebut membawanya menjelajahi berbagai daerah dengan tradisi makanan yang berbeda. Ia mendalami budaya barbecue di Texas, mengeksplorasi budaya tiki di Hawai‘i, serta merasakan langsung pekerjaan sebagai pelayan restoran di kawasan Chinatown, Los Angeles. Pengalaman itu mempertemukan proses belajar memasak dengan pemahaman tentang budaya dan identitas kuliner Asia-Amerika.

Bagi Awkwafina, tantangan utamanya bukan sekadar menguasai teknik memasak, tetapi menentukan bagaimana warisan keluarga dapat dihidupkan kembali untuk generasi berikutnya. Apple TV menyebut serial ini sebagai perjalanan untuk membangun keterampilan di dapur, mengeksplorasi kuliner Asia-Amerika kontemporer, dan menata kembali warisan Lum's.

Puncak perjalanan itu terjadi pada malam pembukaan ketika Awkwafina harus menyajikan masakan untuk kritikus paling personal dalam hidupnya, yakni sang nenek. Serial ini menjadikan makanan bukan sekadar tontonan, melainkan pintu masuk untuk melihat hubungan keluarga, identitas budaya, proses belajar, dan upaya menjaga warisan kuliner agar tetap relevan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....