Hadirkan Kuliner Khas Bandung di Labuan Bajo, Dago di Bajo Usung Harga Terjangkau

  • 28 Jul 2026 22:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Restoran Dago di Bajo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didirikan oleh Tikki Capriati bersama Fitriyatul Jannah, menghadirkan konsep kuliner khas Bandung, Jawa Barat dengan harga terjangkau yang menyasar warga lokal dan para perantau. Sejak beroperasi, tempat makan ini melayani rata-rata lebih dari 100 pengunjung setiap hari yang didominasi keluarga.

Salah satu owner Dago di Bajo, Tikki Capriati, mengatakan ide membuka usaha kuliner tersebut berawal dari pengalamannya sebagai perantau yang kesulitan menemukan makanan dengan cita rasa yang enak, porsi besar, dan harga yang ramah di kantong.

“Berangkat dari pengalaman itu, saya ingin menghadirkan tempat makan yang nyaman dengan makanan enak, porsi besar, tetapi tetap terjangkau. Fokus kami memang bukan wisatawan, melainkan warga lokal dan para perantau yang tinggal dan bekerja di Labuan Bajo,” kata Tikki, Selasa 28 Juli 2026.

Menurutnya, Dago di Bajo dirancang tidak hanya sebagai tempat makan, tetapi juga menjadi ruang berkumpul bagi keluarga maupun komunitas. Restoran tersebut menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk bekerja, rapat, hingga menggelar acara keluarga dengan biaya yang relatif terjangkau.

Menu andalan yang ditawarkan antara lain Ayam Basah khas Bandung berbahan ayam pejantan yang diolah menggunakan air kelapa dan disajikan bersama sambal terasi. Selain itu tersedia nasi pedas, jukut goreng, aneka makanan Nusantara, hidangan Western seperti steak dan spageti, hingga berbagai pilihan minuman. Saat ini Dago di Bajo memiliki sekitar 30 menu yang akan terus dikembangkan, termasuk rencana menghadirkan siomay, batagor, cireng, lotek, karedok, dan mi yamin khas Bandung.

Tikki juga menjelaskan nama “Dago di Bajo” diambil dari kawasan Dago yang merupakan salah satu ikon Kota Bandung. Nama tersebut dipilih sebagai upaya menghadirkan nuansa dan cita rasa Bandung ke Labuan Bajo, sekaligus mengobati kerinduan para perantau terhadap kuliner daerah asalnya.

Selain mengembangkan usaha kuliner, Dago di Bajo juga memberdayakan tenaga kerja lokal. Dari sekitar 20 karyawan yang bekerja, seluruhnya merupakan putra-putri asli Manggarai. Bahkan, dua orang manajer telah dikirim mengikuti pelatihan di Yogyakarta dan Jakarta guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Adapun Dago di Bajo buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WITA dan terus berupaya mempertahankan harga yang terjangkau.

“Kami memilih mengambil keuntungan yang tidak besar, tetapi perputaran usaha tetap berjalan. Harapannya, semakin banyak warga yang bisa menikmati makanan enak dengan harga yang sesuai,” ucap Tikki.

Ke depan, Dago di Bajo berencana menambah sejumlah menu khas Bandung seiring dengan upaya menghadirkan lebih banyak pilihan kuliner yang terjangkau bagi masyarakat Labuan Bajo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....