Lembata Bangun Kolaborasi Percepat Eliminasi Kusta 2030

  • 05 Okt 2026 15:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Pemerintah Kabupaten Lembata memperkuat penanganan penyakit kusta melalui kerja sama dengan Yayasan Sosial Ibu Anfrida. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mempercepat eliminasi kusta di Lembata pada 2030 melalui pelayanan kesehatan terpadu.

Kesepakatan Bersama ditandatangani Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq dan Ketua Yayasan Sosial Ibu Anfrida Maria Hapa, Kamis (24/9/2026). Kemitraan tersebut menjadi landasan kolaborasi dalam penanganan kusta secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penjaringan kasus secara aktif, fasilitasi pengobatan, perawatan luka, rehabilitasi, dan pendampingan pasien. Program juga mencakup dukungan psikososial serta konseling bagi pasien, OYPMK, dan keluarga yang membutuhkan pendampingan.

Upaya eliminasi kusta juga diarahkan pada penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap penderita maupun Orang yang Pernah Mengalami Kusta atau OYPMK. Pendekatan tersebut diharapkan membantu pasien menjalani pengobatan sekaligus kembali beraktivitas secara sosial dan ekonomi.

Suster Maria Marsela mengatakan pelayanan yayasan akan dilakukan dengan pendekatan langsung kepada masyarakat melalui kunjungan rumah dan desa. Menurutnya, pendekatan tersebut penting karena persoalan kusta juga berkaitan dengan stigma, diskriminasi, serta beban sosial pasien dan keluarga.

“Untuk obat-obat tentunya dari pemerintah, kalau kami yang menangani tetapi selalu bersama dengan pemerintah, kami lebih pada homecare,” ujar Suster Maria Marsela.

Pelaksanaan kerja sama akan melibatkan perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta pemerintah desa dan kelurahan sesuai kewenangan masing-masing. Kesepakatan tersebut berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak.

Pemerintah daerah dan yayasan selanjutnya akan menuangkan pelaksanaan teknis program dalam Perjanjian Kerja Sama. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat penemuan kasus, memastikan pengobatan berkelanjutan, dan mendukung target eliminasi kusta 2030.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....