Minum Obat Nyeri Secara Rutin Dapat Merusak Fungsi Ginjal

  • 30 Sep 2026 13:00 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Konsumsi obat nyeri rutin dapat merusak fungsi ginjal dalam jangka panjang. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi, Decsa Medika Hertanto, menjelaskan risiko tersebut.

Menurut Decsa, obat nyeri yang dikonsumsi rutin dan menahun dapat memicu kerusakan ginjal. Obat golongan tertentu dapat menyebabkan kerusakan pada bagian tubulus ginjal secara bertahap.

Risiko tersebut menjadi perhatian ketika masyarakat mengonsumsi obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Kebiasaan membeli obat ketika tubuh terasa pegal dapat berlangsung berulang tanpa evaluasi medis.

Decsa mencontohkan masyarakat yang mengonsumsi obat nyeri ketika merasakan keluhan pegal berulang. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pada fungsi ginjal.

Ia menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan penggunaan obat nyeri dalam waktu panjang. Kerusakan ginjal dapat terjadi ketika obat digunakan terus-menerus tanpa memperhatikan indikasinya secara tepat.

Selain obat nyeri, penggunaan antibiotik juga perlu berdasarkan indikasi dan pengawasan dokter. Decsa menegaskan antibiotik tidak tepat digunakan untuk setiap keluhan batuk dan pilek.

Keluhan akibat virus tidak otomatis membutuhkan antibiotik karena penyebabnya berbeda dari infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik seharusnya mengikuti pemeriksaan dan pertimbangan tenaga kesehatan yang berwenang secara tepat.

Decsa mengingatkan masyarakat tidak membeli antibiotik secara sembarangan ketika mengalami keluhan ringan sehari-hari. Penggunaan obat perlu disesuaikan dengan penyebab penyakit dan kebutuhan pasien tersebut secara medis.

Menurutnya, ketidaktahuan menjadi salah satu masalah dalam penggunaan obat sehari-hari masyarakat. Masyarakat sering menganggap obat bebas dapat digunakan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.

Decsa meminta masyarakat berkonsultasi sebelum menggunakan obat secara rutin dalam jangka panjang. Langkah tersebut diperlukan untuk menghindari risiko kerusakan organ akibat penggunaan obat tidak tepat.

Penggunaan obat sebaiknya mengikuti indikasi dan aturan yang diberikan tenaga kesehatan secara tepat. Decsa menekankan pengawasan dokter penting terutama untuk konsumsi obat berulang dalam waktu lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....