Sering Kebas Bisa Menjadi Tanda Gangguan Saraf

  • 30 Sep 2026 12:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Dokter Adam Moeljono menjelaskan kebas dapat menjadi tanda gangguan saraf tulang belakang tersebut. Gejala tersebut termasuk bagian dari gangguan sensorik yang perlu diperhatikan oleh pasien.

Adam menyebut gangguan sensorik dapat berupa kebas, kesemutan, rasa panas, atau hilangnya sensasi. Keluhan tersebut dapat menunjukkan adanya gangguan pada fungsi saraf yang mengatur sensasi tubuh.

Menurut Adam, kondisi sensorik perlu dipantau ketika keluhan menetap dan tidak mengalami perbaikan. Ia menyebut literatur menggunakan rentang tiga hingga enam bulan dalam menilai kondisi tersebut.

Namun, Adam juga menyampaikan beberapa protokol terbaru menggunakan batas waktu sekitar enam minggu. Perbedaan batas waktu tersebut menunjukkan perlunya penilaian kondisi pasien secara lanjut oleh dokter.

Gangguan sensorik juga dapat berkembang menjadi gangguan motorik pada kondisi selama perjalanan penyakit. Perkembangan tersebut dapat menyebabkan kelemahan hingga kelumpuhan pada bagian tubuh yang terdampak tersebut.

Adam mengingatkan pasien tidak hanya memperhatikan tingkat nyeri ketika mengalami gangguan tulang belakang. Sebab, hilangnya nyeri tidak selalu menunjukkan bahwa fungsi saraf sudah kembali normal sepenuhnya.

Menurut Adam, seseorang dapat tidak merasakan nyeri tetapi tetap mengalami kesulitan bergerak sepenuhnya. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan fungsi tubuh selain perubahan rasa nyeri yang dirasakan pasien.

Pasien perlu memperhatikan perubahan sensasi yang berlangsung terus menerus pada tubuh mereka sehari-hari. Kebas yang menetap juga perlu dibedakan dari keluhan sementara setelah aktivitas oleh pasien.

Adam menjelaskan gangguan saraf dapat melibatkan fungsi sensorik maupun motorik bertahap pada pasien. Karena itu, perubahan kemampuan bergerak menjadi tanda penting yang perlu diperhatikan oleh pasien.

Pemeriksaan medis diperlukan ketika gangguan sensorik menetap atau menunjukkan perkembangan menuju kelemahan segera. Penilaian tersebut membantu menentukan kondisi saraf dan kebutuhan penanganan sesuai keadaan pasien dokter.

Adam menekankan keputusan penanganan harus mempertimbangkan kondisi setiap pasien secara individual dan menyeluruh. Pemantauan gejala membantu pasien mengenali perubahan fungsi saraf sejak awal secara lebih tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....