Pendampingan Psikososial Bantu Korban Pulih Pascagempa Flores
- 30 Sep 2026 12:48 WIB
- Ende
Poin Utama
- Paparan berlebihan terhadap informasi bencana melalui media sosial dapat menambah tekanan psikologis.
- Ikaran Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia NTT bersama mitra melakukan Dukungan Kesehatan Jiwa Psikososial di wilayah terdampak bencana.
- Teknik pendampingan mencakup relaksasi napas dalam, hipnosis lima jari, butterfly hug, serta aktivitas bermain anak.
RRI.CO.ID, Kupang - Ketua Ikatan Perawat Jiwa Indonesia Provinsi NTT, Imakulata Bete,S.Kep,Ns, membahas pentingnya pendampingan psikososial bagi korban pascagempa Flores dalam siaran Pro Dua RRI Ende, Rabu 23 September 2026. Pembahasan bertajuk Bukan Hanya Rumah yang Dipulihkan menghadirkan perspektif pemulihan mental setelah bencana alam.
Imakulata menjelaskan tubuh secara alami melepaskan adrenalin dan kortisol ketika menghadapi ancaman besar seperti gempa bumi. Reaksi berupa panik, jantung berdebar, keringat dingin, dan kecemasan pada fase awal merupakan respons perlindungan diri.
“Reaksi cemas pada bulan pertama setelah bencana merupakan respons tubuh yang wajar dalam kondisi bertahan hidup,” ujar Imakulata. Ia menyarankan masyarakat membatasi paparan informasi bencana berlebihan melalui media sosial agar pikiran memiliki ruang untuk kembali tenang.
Menurutnya, gangguan psikososial tidak selalu terlihat karena seseorang yang tampak tenang belum tentu terbebas dari tekanan mental. Tanda yang perlu diperhatikan meliputi menarik diri, mudah marah, gangguan tidur, mimpi buruk, serta keluhan fisik tertentu.
IPKJI NTT bersama RSKD Jiwa Naimata Kupang dan Pemuda Katolik menerjunkan relawan ke wilayah terdampak Nagekeo dan Manggarai Timur. Dukungan kesehatan jiwa psikososial dilakukan melalui relaksasi napas dalam, hipnosis lima jari, butterfly hug, serta aktivitas anak.
“Jangan menghakimi korban dengan mengatakan harus kuat, tidak boleh menangis, atau kurang berdoa ketika mereka sedang berduka,” katanya. Menurut Imakulata, mendengarkan tanpa menghakimi dan memberi ruang bercerita dapat membantu korban menghadapi pengalaman traumatis.
Jika ketakutan dan kecemasan menetap lebih dari satu bulan, masyarakat disarankan mencari bantuan profesional melalui fasilitas kesehatan terdekat. Pendampingan tidak hanya diberikan kepada korban, tetapi juga relawan untuk mencegah kelelahan mental akibat paparan trauma berulang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....