Dokter Sarankan Jendela Makan Intermittent Fasting Lebih Pagi
- 08 Sep 2026 13:37 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Jadwal makan lebih pagi dinilai lebih baik daripada makan hingga malam saat intermittent fasting. Dokter Yohan Samudra menyarankan membuka jendela makan sekitar pukul 10.00 pagi bila memungkinkan.
Menurutnya, pola makan tersebut mengikuti ritme biologis tubuh yang lebih selaras setiap hari. Penjelasan itu disampaikan Yohan dalam podcast Seputar Jantung saat membahas intermittent fasting tersebut.
Yohan mengingatkan masyarakat tidak hanya memperhatikan lamanya berpuasa setiap hari saja secara khusus. Waktu makan juga perlu diperhatikan karena tubuh memiliki pengaturan biologis berdasarkan ritme sirkadian.
Karena itu, jendela makan lebih awal dinilai sesuai bagi tubuh setiap hari tersebut. Contohnya, pola 16:8 dapat dimulai dengan makan pukul 10.00 pagi secara bertahap untuk pemula.
Jendela makan kemudian ditutup sekitar pukul 18.00 untuk menjaga jeda malam setiap hari. Pola tersebut dinilai lebih baik daripada makan mulai siang hingga pukul 20.00 tersebut.
Yohan menjelaskan penelitian menunjukkan makan lebih malam berkaitan dengan risiko kardiovaskular pada tubuh. Risiko tersebut juga dapat berkaitan dengan gangguan metabolik ketika jadwal makan tidak teratur.
Jadwal makan yang berantakan dapat memengaruhi pengaturan insulin dalam tubuh manusia secara alami. Karena itu, konsistensi waktu makan menjadi bagian penting dalam intermittent fasting secara teratur.
Yohan juga menyarankan menghindari kebiasaan makan setelah malam, terutama saat begadang secara rutin. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan asupan makanan tinggi kalori dan kurang sehat bagi tubuh.
Contohnya, seseorang dapat mengonsumsi gorengan, tepung, atau minuman manis ketika malam hari. Asupan tersebut berpotensi memengaruhi gula darah dan kadar kolesterol dalam tubuh secara keseluruhan.
Untuk jendela makan pagi, pilihan makanan tetap harus memenuhi gizi seimbang secara langsung. Karbohidrat, protein, lemak, sayuran, dan buah dapat disesuaikan dengan kebutuhan harian secara lengkap.
Menurut Yohan, pengaturan waktu makan tidak boleh mengabaikan kualitas makanan yang dikonsumsi tersebut. Intermittent fasting sebaiknya tetap menyesuaikan pola makan sehat dan ritme tubuh setiap individu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....