Selama 15 Hari Pelayanan, Caritas Berhasil Menjangkau 2.688 Pasien
- 07 Sep 2026 08:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID,Ende- Sebanyak 2.688 pasien telah mendapatkan pelayanan kesehatan dalam rangkaian respons kemanusiaan Posko Tanggap Darurat Gempa Keuskupan Agung Ende bersama Caritas Indonesia. Jumlah tersebut tercatat dari 25 kegiatan pelayanan selama 15 hari di lebih dari 20 lokasi di wilayah Flores hingga 4 September 2026.
Ketua Posko Tanggap Darurat Gempa Keuskupan Agung Ende, RD. Reginaldus Piperno, Jumat 4 September 2026 mengatakan menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai perhatian utama dalam pelaksanaan respons darurat. Menurutnya, kondisi di lapangan menjadi dasar bagi tim dalam menentukan lokasi dan bentuk pelayanan yang diberikan.
Ia menjelaskan, Pelayanan kesehatan menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, ibu hamil, orang dewasa hingga lansia dan kelompok rentan. Tim juga mendatangi posko pengungsian, sekolah, asrama, panti asuhan, klinik, paroki serta komunitas untuk memberikan pemeriksaan sesuai kebutuhan.
Ia mengungkapkan, Dari seluruh lokasi pelayanan, Seminari Mataloko mencatat 330 pasien, disusul Posko Nageoga dengan 265 pasien dan Stasi/Worhombera serta Teobhera sebanyak 256 pasien. Tingginya jumlah pasien di lokasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pemeriksaan kesehatan masih menjadi bagian penting dari pemulihan masyarakat.
Tim medis menemukan sejumlah keluhan yang dominan, seperti infeksi saluran pernapasan akut, hipertensi, nyeri otot, gangguan pencernaan atau maag, nyeri sendi, serta gatal-gatal dan skabies. Temuan tersebut menjadi informasi penting untuk melihat persoalan kesehatan yang dihadapi warga di berbagai titik pelayanan, ujarnya.
Menurut RD. Piperno, pelayanan kemanusiaan tidak berhenti pada distribusi bantuan, tetapi juga menyentuh kebutuhan kesehatan masyarakat secara langsung. Pendekatan tersebut dilakukan agar warga tidak hanya memperoleh bantuan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendapat perhatian terhadap kondisi kesehatan mereka.
Ia menambahkan, Selama periode pelayanan, cakupan lokasi terus berkembang mengikuti kebutuhan di lapangan, antara lain Wewoloe Mbay, St. Martin de Porres, Detundora II, Kekawii/Randotonda, Wolotopo, Teobhera, Nangaba/Embu Ndoa, Toposoke, Nageoga, Boawae, Latung Barat, Sambinasi, Boanio/Ngege, Dhawe, Ngolombai, Kombandaru, Ekotari/Ropa dan Ndangakapa/Nangapanda. Kehadiran tim di berbagai lokasi juga menjadi cara untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat setelah bencana.
RD. Piperno berharap masyarakat terdampak tetap mendapatkan pendampingan meskipun masa tanggap darurat berakhir. dan berharap perhatian terhadap kesehatan warga dapat terus berlanjut dan pelayanan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga menyentuh masyarakat di lokasi yang aksesnya masih terbatas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....