Meditasi Disebut Bantu Turunkan Tekanan Darah

  • 02 Sep 2026 18:29 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Meditasi disebut membantu menurunkan tekanan darah melalui respons relaksasi tubuh secara alami. Informasi itu disampaikan Tirta ketika membahas mitos fakta kesehatan dalam podcast tersebut.

Menurut Tirta, meditasi dan teknik mindfulness mengaktifkan sistem saraf parasimpatis tubuh manusia. Proses tersebut disebut dapat menurunkan hormon stres terutama kortisol dalam tubuh secara bertahap.

Relaksasi juga dinilai memicu pelebaran pembuluh darah sehingga tubuh menjadi lebih rileks. Tekanan darah sistolik disebut dapat turun sekitar 3 hingga 5 mmHg setelah meditasi.

Namun, Tirta menegaskan meditasi tidak menggantikan obat hipertensi bagi pasien yang sudah terdiagnosis. Menurutnya, meditasi lebih tepat menjadi pendukung pengendalian tekanan darah pada kondisi prahipertensi tertentu.

Ia menyebut tekanan prahipertensi berada sekitar 125 hingga 140 mmHg sistolik menurut pembahasannya. Untuk tekanan diastolik, ia menyebut kisaran 80 hingga 90 masih dapat dikontrol.

Tirta merujuk sumber American Heart Association ketika menjelaskan manfaat meditasi tersebut kepada pendengar. Menurutnya, praktik meditasi dapat membantu masyarakat mengendalikan tekanan darah dengan lebih baik.

Dalam podcast, manfaat tersebut dikaitkan dengan kondisi tubuh yang lebih rileks setelah meditasi rutin. Teknik mindfulness juga disebut membantu menekan respons stres yang berlebihan pada tubuh manusia.

Meski demikian, pasien hipertensi tetap perlu mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter masing-masing secara berkala. Penggunaan meditasi sebagai terapi pendamping tidak berarti menghentikan obat yang sudah diresepkan dokter.

Tirta menyebut masyarakat prahipertensi dapat memanfaatkan meditasi sebagai salah satu upaya pencegahan sejak dini. Langkah tersebut dinilai membantu mengontrol tekanan sebelum berkembang menjadi hipertensi tahap satu secara perlahan.

Ia menyampaikan penjelasan tersebut berdasarkan sumber kesehatan yang digunakan dalam pembahasan podcast tersebut. Namun, keputusan terapi tetap perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan setiap individu secara menyeluruh bagi pasien.

Pembahasan meditasi menjadi salah satu topik dalam sesi mitos fakta kesehatan tersebut. Tirta juga mengingatkan pendengar agar tidak mengganti terapi medis secara sembarangan sendiri tanpa arahan dokter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....