Duta Anti Narkoba Ajak Generasi Muda Bergerak Bersama

  • 31 Agt 2026 16:12 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Narkoba merupakan persoalan bersama yang berdampak pada individu, keluarga, lingkungan, dan masa depan generasi muda.
  • Mantan pengguna membutuhkan dukungan psikososial agar proses pemulihan berjalan lebih aman dan terhindar dari pengucilan.
  • Keluarga menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi anak muda terjerumus penyalahgunaan narkoba.
  • Pendekatan emosional dan teguran tegas dapat dilakukan ketika teman mulai tertarik mencoba narkoba.
  • Aktivitas positif seperti menulis, membaca, menggambar, hobi, dan komunitas sosial dapat membantu mencegah kekambuhan.
  • Bantuan profesional melalui layanan BNN diperlukan ketika dorongan menggunakan narkoba sulit dikendalikan.
  • Generasi muda perlu bergerak bersama membangun lingkungan yang mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba.

RRI.CO.ID, Kupang - Pro Dua RRI Ende mengajak anak muda mencegah narkoba melalui Obrolan Spada bertema Stop Terjebak, Mulai Bergerak pada Kamis16 Juli 2026. Diskusi bersama Vidi Dael, Duta Anti Narkoba Nusa Tenggara Timur 2024, membahas pencegahan serta pemulihan penyalahgunaan narkoba.

Narkoba dinilai menjadi persoalan bersama karena dampaknya merusak pengguna, keluarga, lingkungan sosial, serta masa depan generasi muda Indonesia. Vidi menekankan mantan pengguna membutuhkan dukungan psikososial, bukan pengucilan, agar proses pemulihan berjalan aman dan peluang kambuh berkurang.

“Jangan biarkan teman menghadapi masalah sendirian, dekati secara emosional lalu tegur dengan tegas demi keselamatannya bersama. Kalau keinginan kambuh muncul, alihkan perhatian dengan aktivitas baru dan segera mencari bantuan profesional bila diperlukan,” katanya.

Menurut Vidi, keluarga menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan anak mencoba narkoba melalui komunikasi buruk, kehilangan figur, serta tekanan emosional. Faktor ekonomi juga berpotensi menyeret anak muda melalui pekerjaan berisiko seperti menjadi kurir sebelum akhirnya mencoba narkoba sendiri.

Saat teman ingin mencoba narkoba, pendekatan emosional perlu dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui masalah serta kebutuhan yang sebenarnya sedang dihadapi. Setelah itu, teguran jujur mengenai bahaya narkoba penting disampaikan agar keputusan mencoba tidak berkembang menjadi ketergantungan dalam jangka panjang.

Untuk mencegah relapse, Vidi menyarankan aktivitas baru, hobi, membaca, menggambar, menulis, atau bergabung komunitas sosial yang positif bersama teman. Jika dorongan menggunakan narkoba sulit dikendalikan, masyarakat disarankan menghubungi layanan BNN terdekat untuk memperoleh pendampingan medis dan psikologis profesional.

Menurut Vidi, menulis catatan harian dapat membantu anak muda mengekspresikan perasaan secara jujur sekaligus melakukan refleksi diri secara rutin. Pesan tersebut menegaskan pencegahan narkoba membutuhkan keberanian bergerak, kepedulian lingkungan, serta dukungan berkelanjutan dari keluarga dan masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....