Psikiater Tekankan Batasan Sehat dalam Relasi Keluarga

  • 31 Agt 2026 08:31 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Relasi antara pasangan dan keluarga besar dapat memengaruhi kondisi psikologis dalam rumah tangga.
  • Psikiater, dr. Elvine Gunawan, mengatakan pasangan yang telah menikah perlu membangun keluarga inti dengan batasan yang jelas.
  • Menurut dr. Elvine, penyelesaian konflik dengan orang tua sebaiknya dilakukan oleh anak kandungnya.
  • Menurutnya, masa pacaran dapat menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana seseorang menghadapi konflik, memperlakukan mantan pasangan, serta berhubungan dengan orang tua.
  • Kesiapan membangun batasan, komunikasi, dan relasi sehat dengan keluarga besar menjadi bagian penting untuk menjaga kehidupan rumah tangga.

RRI.CO.ID, Jakarta - Batasan yang sehat dinilai penting untuk mencegah campur tangan keluarga besar berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Psikiater, dr. Elvine Gunawan, mengatakan pasangan yang telah menikah perlu membangun keluarga inti dengan batasan yang jelas.

Menurutnya, pasangan juga perlu siap membela dan melindungi keluarga inti ketika terjadi konflik dengan orang tua. Relasi antara pasangan dan keluarga besar dapat memengaruhi kondisi psikologis dalam rumah tangga.

Ia menjelaskan persoalan dapat muncul ketika orang tua terlalu jauh mencampuri kehidupan rumah tangga anak. Kondisi tersebut dapat membuat pasangan merasa tidak memiliki ruang untuk mengambil keputusan secara mandiri dalam pernikahan.

Dengan demikian, komunikasi dapat berlangsung lebih efektif tanpa menempatkan menantu sebagai pihak yang dianggap merusak hubungan keluarga. Ia menilai persoalan juga dapat terjadi ketika seseorang terlalu bergantung pada orang tua dalam kehidupan rumah tangganya.

Pola tersebut dapat memengaruhi dinamika pasangan dan berpotensi menimbulkan tekanan psikologis. Menurut dr. Elvine, penyelesaian konflik dengan orang tua sebaiknya dilakukan oleh anak kandungnya.

Selain persoalan mertua, karakter pasangan juga perlu diperhatikan sebelum memasuki pernikahan. Menurutnya, masa pacaran dapat menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana seseorang menghadapi konflik, memperlakukan mantan pasangan, serta berhubungan dengan orang tua.

dr. Elvine menekankan pernikahan tidak hanya berkaitan dengan hubungan dua individu. Kesiapan membangun batasan, komunikasi, dan relasi sehat dengan keluarga besar menjadi bagian penting untuk menjaga kehidupan rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....