Psikiater Ungkap Tanda Manipulasi dalam Relasi Pasangan

  • 31 Agt 2026 08:31 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Pola manipulasi dalam hubungan pasangan perlu diwaspadai karena dapat membuat seseorang kehilangan batasan dan menjadi bergantung secara emosional.
  • Psikiater, dr. Elvine Gunawan, mengatakan love bombing pada tahap awal hubungan perlu disikapi secara bijak.
  • dr. Elvine juga menyebut perilaku pasif-agresif dan guilty tripping sebagai pola yang dapat membangun ketakutan dalam hubungan. .
  • Masyarakat perlu melihat pola perilaku secara menyeluruh dan mencari bantuan profesional apabila hubungan mulai berdampak terhadap kondisi psikologis.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pola manipulasi dalam hubungan pasangan perlu diwaspadai karena dapat membuat seseorang kehilangan batasan dan menjadi bergantung secara emosional. Sejumlah perilaku seperti love bombing, isolasi, dan rasa bersalah dapat muncul dalam relasi yang tidak sehat.

Psikiater, dr. Elvine Gunawan, mengatakan love bombing pada tahap awal hubungan perlu disikapi secara bijak. Perhatian yang sangat besar dan intens pada awal hubungan belum tentu menunjukkan seseorang mengalami gangguan kepribadian narsisistik.

Menurutnya, tanda yang perlu diperhatikan adalah perubahan pola hubungan setelah fase awal tersebut. Salah satunya ketika pasangan mulai berusaha menjauhkan seseorang dari teman atau lingkungan sosialnya.

Ia mencontohkan perilaku seperti mempertanyakan kebutuhan pasangan terhadap teman lain. Kalimat yang membuat seseorang merasa hanya boleh bergantung kepada pasangan dapat menjadi bentuk kontrol dalam hubungan.

Selain itu, kontrol terhadap aktivitas pasangan juga perlu diperhatikan. Permintaan untuk terus membagikan lokasi, memeriksa komunikasi, atau selalu meminta izin dalam mengambil keputusan dapat membatasi kemandirian seseorang.

dr. Elvine juga menyebut perilaku pasif-agresif dan guilty tripping sebagai pola yang dapat membangun ketakutan dalam hubungan. Kondisi tersebut dapat membuat pasangan merasa bersalah dan takut kehilangan sehingga semakin sulit menetapkan batasan.

Ia mengingatkan tanda-tanda tersebut tidak secara otomatis menunjukkan seseorang mengalami NPD. Masyarakat perlu melihat pola perilaku secara menyeluruh dan mencari bantuan profesional apabila hubungan mulai berdampak terhadap kondisi psikologis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....