Amigdala Berperan dalam Munculnya Kecemasan dan Serangan Panik

  • 28 Agt 2026 15:11 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Amigdala memiliki peran dalam proses kecemasan dan serangan panik, termasuk berkaitan dengan munculnya kembali memori traumatik.
  • Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Andri, Sp.KJ, mengatakan amigdala memiliki kemampuan menyimpan memori lama maupun baru.
  • Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat ingatan lama, terutama yang bersifat traumatik, kembali muncul ketika seseorang mengalami kecemasan atau serangan panik.
  • Dr. Andri mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala kecemasan atau serangan panik agar tidak menghadapi kondisi tersebut seorang diri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Amigdala memiliki peran dalam proses kecemasan dan serangan panik, termasuk berkaitan dengan munculnya kembali memori traumatik. Aktivitas bagian otak ini dapat berkaitan dengan ingatan lama yang muncul ketika seseorang mengalami kecemasan.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Andri, Sp.KJ, mengatakan amigdala memiliki kemampuan menyimpan memori lama maupun baru. Amigdala juga turut aktif ketika seseorang mengalami gejala kecemasan, ujarnya.

“Ketika amigdala itu terlalu aktif, yang terjadi adalah pasien bisa mengalami gangguan kecemasan dan juga serangan panik,” ujar dr. Andri dalam podcastnya Andri Psikosomatik pada Selasa, 11 Agustus 2020.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat ingatan lama, terutama yang bersifat traumatik, kembali muncul ketika seseorang mengalami kecemasan atau serangan panik. Ia menjelaskan, kecemasan dapat mengaktifkan kembali memori yang sebelumnya tersimpan di dalam otak.

dr. Andri mencontohkan, seseorang yang pernah mengalami serangan panik saat berada di jalan tol dapat kembali merasa takut ketika menghadapi situasi serupa. Hal yang sama dapat terjadi ketika seseorang pernah mengalami kecemasan di ruangan tertutup atau situasi tertentu yang mengingatkan pada pengalaman sebelumnya

Ia mengatakan, sebagian orang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami kecemasan hingga akhirnya mengalami serangan panik. Menurutnya, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan akumulasi pengalaman traumatik maupun kecemasan yang sebelumnya dialami.

dr. Andri mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala kecemasan atau serangan panik agar tidak menghadapi kondisi tersebut seorang diri. Mencari bantuan dari sumber yang tepat dapat menjadi langkah penting untuk membantu mengatasi gejala kecemasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....