Konten Pendek Melatih Otak Terbiasa Mencari Rangsangan Cepat
- 26 Agt 2026 12:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Dokter Ryan Keswani menilai kebiasaan mengonsumsi konten pendek dapat melatih otak menuju perhatian. Menurutnya, neuroplastisitas memungkinkan otak belajar dari kebiasaan yang dilakukan secara berulang setiap hari.
Ryan menjelaskan neuroplastisitas tidak selalu membawa perubahan positif terhadap kemampuan kognitif seseorang tersebut. Otak dapat terbiasa mencari konten pendek ketika terus menerus menerima rangsangan serupa terus.
Kondisi tersebut membuat seseorang semakin menginginkan konten singkat yang memberikan rangsangan cepat lebih. Ryan menyebut konten pendek juga berkaitan dengan pelepasan dopamin secara dalam otak manusia.
Jika kebiasaan tersebut berlebihan, seseorang dapat terus melakukan guliran tanpa memperoleh kepuasan nyata. Istilah brain rot belum menjadi istilah medis resmi hingga kini menurut penjelasan Ryan.
Namun, terdapat pembahasan mengenai penurunan kognitif akibat konsumsi konten pendek secara berlebihan digital. Menurut Ryan, kemampuan kognitif perlu terus dilatih agar keterampilan tertentu tetap terus terjaga.
Ia mencontohkan kemampuan menulis yang berpotensi berkurang ketika selalu diserahkan kepada teknologi digital. Otak akan menganggap keterampilan tertentu tidak diperlukan jika jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Ryan menyarankan masyarakat memberikan rangsangan baru yang menantang untuk menjaga kemampuan otak secara rutin. Belajar hal baru menjadi salah satu cara memberikan stimulus kepada otak secara rutin.
Tidur cukup juga diperlukan karena kurang tidur dapat berdampak buruk terhadap fungsi otak. Nutrisi yang baik membantu menyediakan energi serta mendukung fungsi otak dalam tubuh sehari-hari.
Olahraga turut membantu neuroplastisitas melalui zat tertentu yang dilepaskan tubuh ketika kita bergerak. Ryan juga menyarankan masyarakat mengurangi penggunaan media ketika tidak memiliki kebutuhan pekerjaan berlebihan.
Waktu luang dapat digunakan membaca, berolahraga, berjalan kaki, atau melakukan aktivitas lain harian. Menurutnya, rasa bosan justru memberikan kesempatan bagi otak menghasilkan gagasan baru kembali.
Otak membutuhkan jeda setelah menerima informasi agar dapat mengolah dan menghasilkan keluaran perlahan. Karena itu, penggunaan media secara selektif diperlukan untuk menjaga kemampuan kognitif tetap optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....